Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lepas 15% Saham ke Publik, Multi Spunindo Jaya Mau Kembangkan Usaha

Lepas 15% Saham ke Publik,  Multi Spunindo Jaya Mau Kembangkan Usaha Kredit Foto: MSJA
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA), perusahaan yang memproduksi produk nonwoven tengah melakukan proses Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) guna mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. 

Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 882,35 juta saham atau 15% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham, dan dengan harga penawaran berkisar antara Rp250-Rp350 per lembar saham. 

“Kami meyakini bahwa Penawaran Umum Perdana Saham ini akan mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Perseroan akan terus berkomitmen menjadi perusahaan yang memberikan solusi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari Masyarakat,” ujar Direktur utama PT Multi Spunindo Jaya Tbk, Sasongko Basuki, dalam acara Due Diligence Meeting dan Public Expose sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Jakarta, Senin (18/12/2023). 

Baca Juga: Kucurkan Miliaran Rupiah, Pengendali Serok Lagi Ratusan Juta Saham TMAS

Basuki mengatakan, rencananya seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 40% akan dipergunakan Perseroan untuk pengembangan usaha. Sekitar 30% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. 

“Sisanya sekitar 30% akan digunakan untuk pembayaran seluruh dan sebagian pinjaman bank,” ucapnya. 

Ia menambahkan, bahwa pihaknya antusias dalam melakukan IPO dan optimis dalam pengembangan bisnis kedepan. Terlebih melihat nilai ekonomi dari pasar nonwoven pada tahun 2023 yang diperkirakan mencapai USD 53.90 miliar. Pihaknya meyakini bahwa dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan akan mencapai USD 72,19 miliar, tumbuh pada CAGR sebesar 6,02%.

Sedangkan produk nonwoven yang dihasilkan oleh Perseroan memiliki standar yang tinggi dan bertaraf internasional, sehingga memungkinkan Perseroan untuk mendistribusikan produk ke pasar nasional dan mancanegara.

Baca Juga: Pasar Finansial Terlihat Kuat, Harga Saham Terdongkrak

“Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi di regional Asia Tenggara dalam industri nonwoven. Peningkatan permintaan dari sektor Medis dan Kesehatan, Otomotif dan Konstruksi adalah pendorong utama pertumbuhan tersebut,” ujarnya.

Dalam aksi korporasi ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.

Perseroan menargetkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dapat diperoleh pada tanggal 29 Desember 2023 dan Masa Penawaran Umum akan dilangsungkan pada 3 – 8 Januari 2024. Kemudian, Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 10 Januari 2024.

Tercatat, kinerja keuangan di tahun 2022 meliputi pendapatan Perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2022 sebesar US$7.1 juta. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: