Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Audit Jadi Kunci Naiknya Kualitas Pengelolaan Zakat Baznas

Audit Jadi Kunci Naiknya Kualitas Pengelolaan Zakat Baznas Kredit Foto: Baznas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan pentingnya proses Audit dalam membangun reputasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat. Hal ini guna mendongkrak transparansi hingga komitmen dari lembaga.

“Audit Keuangan dan Syariah menjadi bagian integral dalam pengelolaan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sesuai dengan kewajiban yang tertuang dalam Pasal 6 PERBAZNAS No. 4 Tahun 2018. Proses audit tidak hanya sekadar mengukur ketaatan terhadap standar, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kualitas pengelolaan keuangan dan kepatuhan syariah,” ujar Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D dilansir Kamis (16/5).

Baca Juga: Respons Bencana Alam, Baznas Turun Bangun Jembatan Darurat di Sumbar

Menurutnya, berbagai tingkatan opini auditor dalam laporan keuangan menunjukkan tingkat kewajaran pelaporan, mulai dari pendapat wajar tanpa pengecualian hingga pendapat tidak wajar. Selain itu, Management Letter dari auditor kepada pihak manajemen memberikan rekomendasi untuk perbaikan kelemahan yang ditemukan.

“Pengendalian Internal ini menjadi fokus dalam mengelola risiko yang terkait dengan pengelolaan zakat. Sistem pengendalian yang kuat akan membantu meminimalkan risiko dan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Pengendalian dan risiko merupakan dua sisi yang saling berkaitan, di mana pengendalian merupakan respons alamiah untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” ucapnya. 

Sementara itu, Direktur Audit, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BAZNAS RI Dananta Adi Nugraha menjelaskan, risiko-risiko strategis, keuangan, operasional, reputasi, kepatuhan, dan keselamatan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan BAZNAS. Memahami proses bisnis dan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang baik menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi.

“Temuan-temuan dalam audit, seperti tidak adanya SOP yang jelas, pengelolaan zakat yang tidak transparan, dan rasio keuangan yang buruk, menjadi pelajaran berharga bagi BAZNAS dan LAZ dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat,” ucap Dananta.

Baca Juga: Berdayakan Mustahik, BAZNAS Luncurkan Balai Ternak Domba di Magelang

Dananta menegaskan, melalui pemahaman yang mendalam mengenai risiko dan pengendalian internal, serta penerapan standar operasional prosedur yang baik, BAZNAS dan LAZ dapat membangun reputasi yang kuat dalam pengelolaan zakat, menjaga kepercayaan para stakeholders, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: