Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sebelum Lengser, Prabowo Disebut RG Inginkan Jokowi Terangkan bahwa IKN Program 20-30 Tahun

Sebelum Lengser, Prabowo Disebut RG Inginkan Jokowi Terangkan bahwa IKN Program 20-30 Tahun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Rocky Gerung menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya sudah menangkap sinyal Presiden terpilih Prabowo Subianto memilih program makan siang gratis daripada melanjutkan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pernyataan Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Soedradjad Djiwandono.

Dan menurut Rocky Gerung, Prabowo Subianto menginginkan Jokowi untuk menerangkan IKN merupakan program jangka panjang sebelum lengser dari jabatannya pada 20 Oktober mendatang.

Baca Juga: Usung Riza Patria-Marshel Widianto di Pilkada Tangsel, Gerindra Paham Rakyat Tak Tertarik Isi Kepala

"Pak Prabowo kan gak mungkin bilang begitu ke Pak Jokowi, nanti berselisih mereka tuh, tetapi sinyal yang diberikan oleh Soedradjad Djiwandono juga harusnya sudah ditangkap oleh Pak Jokowi," ucapnya. 

"Sehingga Pak Prabowo menginginkan sebelum pergantian kekuasaan di Oktober monggolah Pak Jokowi terangkan pada publik bahwa memang itu adalah program jangka panjang 20 tahun 30 tahun," imuhnya, dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (8/7).

Sebelumnya, anggota Dewan Pakar Tim Kemenangan Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Soedradjad Djiwandono, menyatakan sebagai seorang ekonom dirinya lebih memilih program makan siang gratis dibanding IKN.

"Sebagai seorang ekonom yang enggak bisa bohong dalam soal ini saya mengatakan ya saya memilih yang makan siang bergizi karena saya tahu bahwa itu akan bisa dilaksanakan segera," kata kata Soedradjad dalam Mid Year Banking & Economic Outlook 2024 yang diadakan Infobank, dikutip Jumat (5/7), dikutip dari katadata.

Program makan siang gratis sekarang sudah diubah menjadi program makan bergizi gratis dengan anggaran Rp71 triliun dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN 2025. "Kita sudah memperhitungkan secara rinci biayanya. Siapa yang akan menerima dan seterusnya," kata dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: