
BMW Mini baru-baru ini mengejutkan pasar otomotif dengan mengumumkan bahwa pihaknya tengah meninjau kembali rencana untuk melakukan produksi kendaraan listrik (EV) di Inggris.
Manajemen perusahaan mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian lebih lanjut terkait dengan rencana produksi ini menyusul sejumlah ketidakpastian hingga tantangan yang muncul dalam industri kendaraan listrik global.
Baca Juga: PLN Proyeksikan Pemudik EV Meningkat 4 Kali Lipat di Musim Lebaran 2025
"Mengingat berbagai ketidakpastian yang dihadapi industri otomotif. Kami saat ini sedang meninjau kembali jadwal produksi mobil Mini EV di Oxford," ujar Manajemen, dilansir dari Reuters, Senin (24/2).
Keputusan tersebut menjadi sebuah kejutan mengingat perusahaan sebelumnya telah menginvestasikan dana sebesar £600 juta (US$757,8 juta) untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Oxford. Adapun fasilitas tersebut dijadwalkan akan mulai beroperasi di 2026.
Meski tengah mempertimbangkan rencana produksi kendaraan listrik tersebut, BMW Mini menegaskan bahwa pembangunan fasilitas akan tetap berjalan di Oxford.
BMW Mini juga menyatakan bahwa mereka menolak dana hibah yang sebelumnya diumumkan sebagai bagian dari diskusi dengan Inggris. Meski demikian, pihaknya tetapi tetap berkomitmen untuk menjaga dialog mengenai rencana produksi kendaraan listrik.
Keputusan BMW Mini untuk menimbang ulang produksi kendaraan listriknya di Inggris tidak terlepas dari sejumlah faktor seperti pertumbuhan penjualan kendaraan listrik yang lebih lambat dari perkiraan.
Baca Juga: China Jadi Target! Trump Batasi Investasi dan Kepemilikan Aset
Di sisi lain, Langkah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengumumkan ancaman tarif 25% terhadap semua impor mobil ke negaranya juga menjadi hantu yang menakutkan bagi industri otomotif. Sejumlah produsen mobil bahkan mulai mengubah strategi produksi mereka seperti Volkswagen (Audi) dan Mercedes-Benz yang berencana memperkuat keberadaan bisnis mereka di AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement