Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Potensi Ekraf di Sulut Sangat Besar, Menekraf Dorong Pembentukan Nomenklatur Khusus

Potensi Ekraf di Sulut Sangat Besar, Menekraf Dorong Pembentukan Nomenklatur Khusus Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya mengungkapkan potensi ekonomi kreatif di Sulawesi Utara sangat besar dan perlu mendapat perhatian khusus.

Hal tersebut disampaikannya dalam audiensi bersama  Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, di Gedung Menara Merdeka, Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Pariwisata RI, Kemenpar Gelar GWB di Labuan Bajo

Menekraf menilai amanah Presiden RI Prabowo Subianto untuk menggali potensi daerah menjadi sangat penting, mengingat pertumbuhan ekonomi nasional kini ditopang kekuatan dari daerah.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif punya korelasi erat untuk membangun pertumbuhan ekonomi daerah. Didukung kebudayaan, subsektor ekraf dan UMKM. Perbedaannya, budaya itu sesuatu yang dilindungi, sementara ekraf menjadi sesuatu yang dikomersialisasikan dan memiliki hak cipta, serta diperkaya dengan sentuhan teknologi. Inilah yang menjadi pembeda antara ekraf dan UMKM,” ujar Menekraf Riefky, dikutip dari siaran pers Kemenekraf, Minggu (13/4).

Menekraf Riefky menambahkan pengembangan produk ekonomi kreatif harus diarahkan sehingga dapat menembus pasar global melalui subsektor-subsektor unggulan yang ada di masing-masing daerah. Karena itu, kehadiran Dinas Ekraf di daerah sangat krusial.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, tercatat peningkatan tenaga kerja sektor ekonomi kreatif sebesar 8,4 persen dalam rentang waktu 2020 hingga 2024.

Lebih lanjut, Menekraf Riefky menjelaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan pertumbuhan jumlah tenaga kerja kreatif dari 26,77 juta menjadi 27,77 juta orang dalam lima tahun ke depan. Target ini diyakini dapat dicapai bila daerah turut membentuk dinas atau unit khusus yang menangani ekonomi kreatif.

“Kami tidak mengharuskan berdirinya dinas baru, tetapi diharapkan ada nomenklatur khusus yang menangani ekonomi kreatif dalam struktur yang sudah ada sehingga penganggaran dan dukungan menjadi lebih optimal,” harap Menekraf Riefky.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menyampaikan terima kasih atas kesempatan berdiskusi langsung dengan jajaran Kementerian Ekraf. Yulius menilai arahan yang diberikan menjadi pedoman penting bagi pemerintah daerah dalam upaya membentuk Dinas Ekraf.

“Kami menyadari bahwa ekonomi kreatif mampu mengangkat perekonomian nasional karena lebih dari 50 persen anak muda terlibat aktif didalamnya. Sulawesi Utara memiliki potensi besar dalam bidang ini, mulai dari kuliner khas seperti tinutuan dan cakalang fufu, hingga seni dan kerajinan tangan yang kaya nilai budaya,” ungkap Yulius.

Yulius menambahkan bahwa langkah awal yang akan dilakukan pemerintah provinsi adalah menata struktur organisasi agar lebih fokus menangani ekonomi kreatif, yang kini telah terpisah dari urusan pariwisata.

“Kami akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Dengan dukungan dan bimbingan dari Kementerian Ekraf/Badan Ekraf, kami optimistis dapat segera bergerak dan ambil tindakan konkret,” imbuh Yulius.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: