Kemkomdigi Dorong Tata Kelola AI Berbasis Riset, Gandeng SAP untuk Kolaborasi Internasional
Kredit Foto: Ist
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat langkah menuju tata kelola kecerdasan artifisial (AI) yang berbasis riset dan kolaborasi internasional. Upaya ini ditandai dengan penjajakan kemitraan strategis bersama raksasa teknologi global, SAP, yang berlangsung di sela ATxAI Summit 2025 di Singapura.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, bertemu langsung dengan Head of Global Government Affairs & Corporate Social Responsibilities SAP, Dr. Wolfgang Dierker, untuk membahas peluang kerja sama yang menekankan integritas data, etika digital, dan penguatan kebijakan nasional berbasis sains.
SAP menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan kebijakan “Satu Data Indonesia”, dengan menawarkan teknologi kepatuhan AI yang sesuai standar global seperti ISO/IEC. Selain itu, perusahaan juga mendorong mekanisme regulatory sandbox agar inovasi AI dapat diuji secara aman dan terkendali.
Mengutip dari keterangan resmi Komdigi, kolaborasi berbasis riset seperti yang dilakukan SAP di Thailand dapat menjadi model yang kita adaptasi di Indonesia untuk memastikan tata kelola AI yang kolaboratif dan akuntabel.
SAP sendiri turut memaparkan sejumlah keberhasilan kerja sama mereka dengan pemerintah Asia Tenggara dalam membangun forum kebijakan publik-swasta. Model memorandum of understanding (MoU) yang mereka terapkan di Thailand bahkan disebut efektif dalam merumuskan kebijakan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Di sisi implementasi, SAP mengusulkan penerapan AI di sektor publik, pertanian, serta pemberdayaan UMKM untuk mempercepat digitalisasi secara inklusif dan aman. Teknologi ini disebut mampu meningkatkan personalisasi layanan publik serta mendukung produktivitas nasional.
Sebagai langkah konkret, Kemkomdigi akan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta pemangku kepentingan lintas sektor guna merumuskan format kemitraan yang bersifat multisektoral dan berbasis bukti ilmiah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk membangun ekosistem AI nasional yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip etika, keamanan, dan keberlanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ida Umy Rasyidah
Editor: Ida Umy Rasyidah
Tag Terkait: