- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Mayoritas Bursa Asia Naik, Pasar Soroti Data Ekonomi Terbaru di Jepang
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Mayoritas Bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan di Senin (8/12). Investor tengah berhati-hati menjelang rilis data ekonomi terbaru hingga rapat kebijakan sejumlah bank sentral global, khususnya Federal Reserve (The Fed).
Dilansir Selasa (9/12), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Bursa Jepang menjadi sosortan dalam perdagangan kali ini:
- Hang Seng (Hong Kong): Turun 1,23% ke 25.765,36
- CSI 300 (China): Naik 0,81% ke 4.621,75
- Shanghai Composite (China): Naik 0,54% ke 3.924,08
- Nikkei 225 (Jepang): Naik 0,18% ke 50.581,94
- Topix (Jepang): Naik 0,65% ke 3.384,31
- Kospi (Korea Selatan): Naik 1,34% ke 4.154,85
- Kosdaq (Korea Selatan): Naik 0,33% ke 927,79
Pasar saham bergerak dalam kisaran terbatas dengan investor berhati-hati menjelang keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed). Bank sentral itu diprediksi akan akan memangkas suku bunga pada pertemuan di Desember 2025.
Dari Amerika Serikat (AS), indikator pelemahan ekonomi, termasuk data ketenagakerjaan yang melambat, telah mendorong probabilitas pemangkasan dua puluh lima basis poin menjadi sekitar 85%.
Namun optimisme tersebut dibayangi kehati-hatian setelah sejumlah pejabat bank sentral menyatakan bahwa keputusan pemangkasan suku bunga pada bulan ini belum dapat dipastikan.
Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya menegaskan bahwa keputusan yang akan datang bukan sesuatu yang sudah pasti, sehingga investor tetap waspada terhadap kemungkinan sinyal bernada hawkish.
Dari Jepang, sentimen investor juga dipengaruhi oleh pembaruan data ekonomi. Angka resmi terbaru menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut mengalami kontraksi yang lebih dalam pada kuartal III.
Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Jepang secara tahunan turun 2,3%. Hal tersebut dipicu oleh melemahnya belanja modal dan permintaan domestik. Meski revisi tersebut menunjukkan pelemahan lebih tajam, pasar menilai hal itu tidak akan mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga dari Bank of Japan (BOJ).
Tekanan inflasi yang masih tinggi serta pertumbuhan upah yang tetap solid terus mendukung prospek pengetatan kebijakan moneter, dengan pasar memperkirakan probabilitas besar kenaikan suku bunga pada pertemuan 18–19 Desember.
Baca Juga: Tambah Koleksi Saham TPIA, Bos Chandra Asri Gelontorkan Rp1,48 Miliar
Dari China, investor bersikap waspada menjelang rilis data ekonomi penting, termasuk data perdagangan bulan ini serta Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement