Kredit Foto: Reuters/Tyrone Siu
China menyatakan akan terus memperluas permintaan domestik dan mendukung perekonomian dengan kebijakan yang lebih proaktif pada 2026. Hal ini seiring upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan di tengah berbagai tantangan struktural.
Para analis menilai pernyataan mengenai kebijakan fiskal yang lebih proaktif dan kebijakan moneter yang appropriately loose mengindikasikan kemungkinan defisit anggaran yang lebih tinggi, penerbitan utang tambahan serta pemangkasan suku bunga lanjutan tahun depan.
Baca Juga: Sejumlah Merek Otomotif China Bikin Program Khusus untuk Korban Banjir Sumatra
Direktur China Eurasia Group, Dan Wang menyebut langkah itu diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan yang kemungkinan besar tetap berada dalam kisaran dari 5%.
“Saya memperkirakan target pertumbuhan tahun depan akan ditetapkan sekitar 5%. China dapat mencapainya berkat ekspor yang masih kuat. Bahkan jika ekspor menghadapi tekanan sementara, pemerintah memiliki ruang kebijakan fiskal untuk menutup gap tersebut,” kata Dan Wang, dilansir dari Reuters, Selasa (9/12).
China diperkirakan mampu mencapai target pertumbuhannya pada tahun ini, namun masih menghadapi beberapa hambatan seperti pelemahan sektor properti yang berkepanjangan, lemahnya permintaan konsumen, kelebihan kapasitas dalam beberapa industri serta penurunan investasi yang bergantung pada pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Indonesia Bidik Relokasi Pabrik dari China
Meski China dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan perdagangan, produsen lokal tetap mempercepat diversifikasi pasar ekspor mereka. Upaya tersebut mencakup penguatan hubungan perdagangan dengan pasar negara berkembang serta pemanfaatan jaringan global perusahaan untuk membangun basis produksi baru demi memperoleh akses tarif rendah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement