Kredit Foto: Ist
Danantara menargetkan pembangunan proyek Waste to Energy di 33 lokasi di seluruh Indonesia, dan PT Sarana Multi Infrastruktur melihat itu sebagai pintu yang terbuka lebar untuk masuk.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyampaikan sinyal kolaborasi itu di Jakarta pada Senin (9/3/2026), meski belum ada kesepakatan konkret yang terbentuk.
Tender tahap pertama sudah di depan mata. CEO Danantara Roesan Roeslani menyatakan pemenang tender WtE di empat kota pertama, yakni Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta, akan diumumkan pada Maret 2026, sebelum dilanjutkan dengan pembukaan tender di sembilan kota lainnya pada April 2026 atau setelah Lebaran.
"Saya rasa tidak menutup kemungkinan kita bisa berkolaborasi dengan Danantara dalam konteks untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia," kata Reynaldi.
Program WtE sendiri bukan sekadar urusan lingkungan. Inisiatif ini dirancang sebagai respons terhadap kondisi darurat sampah yang sudah lama menekan kota-kota besar di Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengolah sampah perkotaan menjadi energi listrik.
Reynaldi menegaskan minat PT SMI, tapi juga memasang ekspektasi yang realistis.
Baca Juga: Danantara Investasi Besar, 18 Tower Siap Hadir di Cikarang
"Kita belum ada spesifik target kapan, tapi sektor ini saya rasa sangat bisa kita bekerja sama," ujarnya.
PT SMI masuk ke percakapan ini dengan modal yang kuat. Total nilai proyek yang telah dibiayai perseroan hingga 2025 mencapai Rp1.183 triliun dengan 129 proyek strategis nasional di dalamnya, dan perseroan tengah menghimpun dana hingga Rp300 miliar lewat Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: