- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman, Pertamina dan Pertamina Patra Niaga Siap Layani Masyarakat Selama Nataru
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa ketersediaan BBM dan LPG nasional berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepastian ini didasarkan pada data cadangan energi nasional yang saat ini tercatat berada di atas rata-rata normal.
Peninjauan kesiapan ini dilakukan Menteri ESDM bersama jajaran pimpinan sektor energi, termasuk Ketua Posko Nataru Sektor ESDM serta jajaran direksi dari Pertamina dan Pertamina Patra Niaga. Kehadiran para pimpinan tersebut bertujuan untuk memantau langsung kinerja Satuan Tugas (Satgas) Nataru dalam mengawal distribusi energi, khususnya di wilayah strategis yang menyokong kebutuhan DKI Jakarta dan Banten.
Berdasarkan laporan teknis yang dipaparkan oleh pihak Pertamina bersama BPH Migas, seluruh rantai pasok telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi. Fokus utama dari koordinasi ini adalah memastikan stabilitas stok BBM di lapangan tetap terjaga, sehingga aktivitas masyarakat selama masa libur akhir tahun dapat berjalan tanpa kendala pasokan energi.
Menteri ESDM menyampaikan bahwa pasokan berbagai jenis BBM, mulai dari Solar, gasoline RON 90, RON 92, hingga Pertamax Turbo, seluruhnya berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok LPG nasional juga tercatat berada di atas rata-rata normal.
“Dengan kondisi stok tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG selama periode Nataru,” ujar Bahlil.
Terkait wilayah Aceh, Menteri ESDM menyampaikan bahwa Pemerintah bersama Pertamina terus mengawal distribusi energi ke wilayah terdampak bencana, termasuk yang mengalami gangguan akses. Selama beberapa waktu terakhir, penyaluran BBM dan LPG dilakukan melalui transportasi udara menggunakan helikopter dan pesawat untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
Dalam tiga hingga empat hari terakhir, seiring dengan membaiknya akses darat, mobil tangki BBM dan LPG mulai dapat masuk secara bertahap ke wilayah yang sebelumnya terisolasi, seperti Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Di Aceh Tamiang, dari tujuh SPBU yang sebelumnya tidak seluruhnya beroperasi, kini seluruhnya telah kembali beroperasi normal.
Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, Menteri ESDM juga meminta Pertamina Patra Niaga mengoperasikan SPBU selama 24 jam di wilayah terdampak, sebagaimana yang telah diterapkan di beberapa daerah bencana Sumatera lainnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement