Kredit Foto: Istimewa
Kecepatan pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak bencana di Aceh saat ini sangat bergantung pada keterbukaan akses transportasi bagi pengiriman material berat. PT PLN (Persero) mengonfirmasi adanya kesenjangan durasi pemulihan antara wilayah pesisir yang terbuka dengan wilayah pegunungan yang masih terisolasi.
Direktur Utama PLN menegaskan bahwa faktor utama yang menentukan menyalanya kembali listrik di sebuah desa bukanlah teknis kelistrikan semata, melainkan ketersediaan akses bagi mobilisasi tiang dan trafo.
"Pemulihan sistem kelistrikan itu berhubungan dengan akses material untuk sistem kelistrikan. Maka daerah-daerah yang memang aksesnya masih terbuka, pemulihan bisa berjalan dengan cepat. Sedangkan daerah-daerah yang masih terlindungi (terisolasi), pemulihannya agak sedikit lebih lambat dan sedikit terkendala," jelas Darmawan dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Pasca Bencana DPR RI Dengan K/L dan Kepala Daerah Terdampak di Aceh, Selasa (30/12/2025).
Antara Darat, Udara, dan Longsor
PLN memetakan kondisi pemulihan menjadi dua skema logistik utama:
- Jalur Udara (Aceh Tengah & Bener Meriah): Akibat akses darat yang lumpuh total, PLN harus melakukan evakuasi dan pengiriman 510 tiang listrik menggunakan moda udara dan pesawat Hercules. Hingga kini, pemulihan di wilayah ini baru menyentuh angka 70% hingga 80%.
- Jalur Darat (Gayo Lues): Kondisi mulai membaik setelah jalur Langsa – Kutacane – Blangkejeren mulai terbuka. Sebanyak 210 tiang listrik kini tengah dalam perjalanan via darat, meskipun tim di lapangan masih harus berjibaku dengan titik-titik longsor yang tersisa.
- Gayo Lues sekitar 70% desa sudah menyala. Jalur sudah mulai terbuka sehingga 210 tiang listrik kami sedang dalam perjalanan, tetapi tim kami masih berjuang karena banyak daerah yang masih terdapat longsor," ungkapnya.
Data PLN menunjukkan perbedaan signifikan pada daerah yang aksesnya lancar seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Bireuen, di mana pemulihan desa sudah mencapai di atas 95%. Namun, Dirut PLN mengingatkan bahwa pulihnya akses jalan hanya menyelesaikan masalah distribusi jaringan, bukan masalah instalasi di rumah pelanggan.
"Memang pemulihan sistem kelistrikan akan berjalan cepat dengan adanya jalur yang tidak terputus karena bantuan material kami berjalan dengan lancar. Tetapi keluhan itu tidak berhubungan dengan jumlah rumah yang rusak," tambahnya.
Baca Juga: Kala Karyawan PLN Menjadi Relawan 'Trauma Healing' untuk Anak-anak Aceh
Saat ini, PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memprioritaskan pembukaan akses jalan ke 8 kabupaten yang belum mencapai pemulihan 100%, guna memastikan seluruh material kelistrikan bisa masuk tanpa hambatan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Djati Waluyo
Tag Terkait:
Advertisement