Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SDM Unggul Jadi Prasyarat Utama Dorong Percepatan Industrialisasi Nasional

SDM Unggul Jadi Prasyarat Utama Dorong Percepatan Industrialisasi Nasional Kredit Foto: Kemenperin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sumber daya manusia (SDM) unggul merupakan prasyarat utama dalam mendorong percepatan industrialisasi nasional untuk mewujudkan visi pembangunan nasional Asta Cita.

Hingga kini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global. Dan berhasil mencetak 7.691 SDM industri kompeten sepanjang 2025 sebagai bagian dari implementasi Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN).

Baca Juga: Fondasi Industri Manufaktur Masih Kuat di Tengah Dinamika Global

'Asta Cita sebagai misi pembangunan nasional menekankan pembangunan manusia unggul, percepatan industrialisasi, hilirisasi berkelanjutan, serta transformasi digital dan inovasi teknologi. Seluruh agenda tersebut mensyaratkan ketersediaan SDM industri yang kompeten sebagai penggerak utama," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Rabu (31/12).

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program strategis yang dijalankan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, mulai dari pendidikan vokasi industri, pelatihan vokasi industri, hingga penguatan kompetensi industri 4.0.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, sepanjang tahun 2025, unit pendidikan tinggi vokasi dan SMK di bawah Kemenperin telah meluluskan 5.386 lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur.

“Lulusan vokasi Kemenperin dipersiapkan agar siap kerja dan adaptif terhadap perkembangan teknologi industri. Hasilnya, tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen pada saat setelah lulus dan akan mencapai 100% dalam waktu enam bulan setelah waktu kelulusan,” ungkap Doddy.

Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tingginya tingkat serapan lulusan tersebut turut meningkatkan minat masyarakat untuk menempuh pendidikan vokasi industri.

Doddy mengungkapkan, pada Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2025, tercatat 82,8 ribu pendaftar politeknik dan akademi komunitas, serta 28,8 ribu pendaftar SMK. Animo pendaftar politeknik dan akademi komunitas mencapai rasio 1:18,2, sementara animo pendaftar SMK mencapai 1:10.

Selain pendidikan formal, BPSDMI juga memperkuat kompetensi tenaga kerja industri melalui program pelatihan vokasi. Sepanjang 2025, sebanyak 2.305 tenaga kerja industri telah dilatih melalui program pelatihan di 7 Balai Diklat Industri, yang mencakup pelatihan skilling, reskilling, upskilling, serta pelatihan berbasis kemitraan dengan industri.

Sejalan dengan program Making Indonesia 4.0, BPSDMI melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 juga menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis industri 4.0 yang diikuti oleh 130 peserta. Selain itu, pendampingan dan konsultasi implementasi industri 4.0 juga diberikan kepada tiga perusahaan industri untuk mempercepat transformasi digital.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: