Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Prof. Didin S. Damanhuri menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak positif yang berbeda dari pendekatan pembangunan ekonomi selama ini. Setelah hampir satu tahun berjalan, MBG dinilai tidak sekadar program sosial, melainkan menggeser orientasi kebijakan ekonomi nasional ke arah pembangunan sumber daya manusia.
Didin menyampaikan, MBG mencerminkan pendekatan human resource economics yang mulai berkembang secara global sejak awal 1990-an. Berbeda dengan strategi pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya melalui pembangunan infrastruktur, MBG menempatkan perbaikan gizi dan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.
“Kalau MBG bisa konsisten dan (dilakukan) jangka panjang, ini akan menggeser pemikiran ekonomi di Indonesia yang lebih berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia. Karena ini kan agak lain. Biasanya strateginya adalah pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya, maka yang akan dipilih adalah pembangunan infrastruktur besar-besaran. Tapi ini menyangkut seluruh penduduk terutama memperbaiki ketimpangan gizi dan pendidikan,” ujar Prof. Didin saat memberikan tinjauan ekonomi perjalanan satu tahun MBG. Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pelibatan Perempuan dalam Program MBG Akan Bawa Perubahan Besar
Menurut Didin, intervensi negara melalui pemenuhan gizi memiliki dampak strategis terhadap perekonomian nasional. Jika program ini berjalan konsisten dan terkonsolidasi, kesenjangan antara kelompok masyarakat atas dan bawah berpotensi menyempit karena intervensi gizi menyasar sekitar 50% kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
Dampak MBG juga terlihat di tingkat akar rumput, khususnya di lingkungan sekolah. Di SMAN 1 Taraju, Cibuntu, Tasikmalaya, program ini mengubah pola konsumsi siswa menjadi lebih teratur dan sehat. Alfi Alfian, siswa kelas XI, mengaku tidak lagi bergantung pada jajanan ringan setelah adanya MBG.
“Sebelum ada MBG, paling cuma jajan cireng. Sekarang setelah MBG saya tidak perlu bawa bekal dari rumah. Kata mama juga mantap di SMA ada MBG, sangat terbantu,” ujar Alfi. Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Taraju, Nurhayati, mencatat perubahan perilaku ekonomi dan kedisiplinan siswa sejak program tersebut berjalan. Ia menyebut pengeluaran harian siswa yang sebelumnya berkisar Rp12.000–Rp15.000 kini menurun, seiring berkurangnya kebiasaan jajan saat jam istirahat.
“Kehadiran siswa juga ada perubahan karena mereka merasa terbantu. Minimal asupan gizi akan berdampak terhadap kesehatan. Dengan gizi yang sehat ada semangat mereka untuk sekolah. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu, dengan adanya perbaikan gizi bisa dilihat efek jangka panjangnya,” jelas Nurhayati. Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: BGN Tegaskan MBG Akhir Tahun Tetap Jalan untuk Kelompok B3
Di sisi lain, MBG juga memberi dampak ekonomi tambahan bagi tenaga pendidik. Guru honorer yang terlibat dalam penyaluran makanan memperoleh insentif tambahan di luar gaji rutin, sehingga meningkatkan pendapatan mereka. Program ini juga tetap berjalan selama masa libur sekolah, sebagai upaya menjaga kesinambungan pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah turut menggerakkan ekonomi lokal. Selain menciptakan peluang kerja, SPPG menyerap bahan pangan dari petani dan peternak setempat.
“Keberadaan kami ini betul-betul dirasakan selain oleh penerima manfaat tapi juga oleh pelaku ekonomi seperti pasar, petani, dan yang lainnya. Harapannya, kesempatan kerja sama dengan mereka untuk meningkatkan ekonomi daerah,” ujar Mitra SPPG Cibuntu, Tino Rirantino. Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.
Didin menambahkan, berbagai persoalan teknis yang muncul di awal pelaksanaan MBG telah dikonsolidasikan oleh Badan Gizi Nasional. Ia menilai kondisi tersebut membuka optimisme terhadap arah pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement