Harga Emas Naik 57% Sepanjang 2025, Terkoreksi Akibat Profit Taking
Kredit Foto: Antara/Putu Indah Savitri
Harga emas dunia mencatat lonjakan tajam sepanjang 2025 hingga mencapai kenaikan sekitar 57% dari awal tahun, meski mengalami koreksi terbatas menjelang penutupan perdagangan Desember akibat aksi ambil untung (profit taking). Koreksi tersebut terjadi setelah harga emas menyentuh level tertinggi tahunan pada akhir Desember 2025.
Pengamat pasar emas Ibrahim menyampaikan harga emas dunia pada awal Januari 2025 masih berada di level relatif rendah sebelum mengalami reli signifikan sepanjang tahun.
“Saya awali dari emas dunia. Kalau saya lihat bahwa emas dunia itu pada saat di awal Januari tahun 2025, tepatnya tanggal 1 Januari 2025, itu posisinya adalah di US$2.614 dollar per troy ounce,” kata Ibrahim, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Reli Harga Emas Bangkit, Catatkan Kinerja Tahunan Terbaik Sejak 1979
Menurut Ibrahim, harga emas dunia kemudian terus bergerak naik dan mencapai puncaknya pada 26 Desember 2025. Pada periode tersebut, emas menyentuh level tertinggi di US$4.550 per troy ounce.
“Jadi ada lonjakan dari 1 Januari 2025 sampai 26 Desember tahun 2025 itu 57%,” tuturnya, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan selisih antara harga terendah dan tertinggi emas dunia sepanjang 2025 mencapai US$1.936 per troy ounce. Berdasarkan perhitungan tersebut, rata-rata pergerakan harga emas dunia selama 2025 berada di kisaran US$3.582 per troy ounce.
Ibrahim menambahkan, koreksi harga emas yang terjadi dalam dua hari terakhir Desember 2025 dipicu oleh faktor musiman menjelang pergantian tahun. Pelaku pasar cenderung merealisasikan keuntungan setelah reli panjang yang terjadi sepanjang 2025.
Baca Juga: Investor Beralih ke Emas dan Perak, Bitcoin Tertinggal di 2025
“Yang cukup menarik dan ini yang sedang ditunggu oleh pasar sehingga terjadi taking profit,” ujarnya.
Selain faktor teknikal, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas pada awal 2026. Ibrahim menyoroti situasi di Amerika yang melibatkan Venezuela dan dugaan sabotase terhadap tiga kapal tanker sebagai salah satu sentimen yang diperhitungkan pelaku pasar.
Meski demikian, Ibrahim menilai koreksi harga emas bersifat terbatas dan tidak mengubah tren utama pergerakan emas secara fundamental.
“Secara fundamental ini mengindikasikan masih akan mengalami kenaikan,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement