Temuan dari Perusahaan Asuransi Mobil Thailand: Kecelakaan Mobil EV Lebih Tinggi dari Mobil Bermesin ICE, 74,8 Persen Berbanding 47,2 Persen
Kredit Foto: Istimewa
Pasar asuransi kendaraan listrik (EV) Thailand berkembang dengan sangat cepat, yang mengikuti pertumbuhan pesat penjualan EV yang didominasi oleh merek-merek China.
"Momentum pertumbuhan yang kuat ini disertai dengan tekanan penjaminan yang terus-menerus, dengan perusahaan asuransi menghadapi rasio kerugian yang melebihi 80% dan biaya perbaikan 50% lebih tinggi daripada kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), yang mencerminkan tekanan kenaikan premi asuransi pada tahun 2026," tulis laporan dari Bangkok Post.
Menurut data dari Asosiasi Asuransi Umum Thailand (TGIA) dan Perusahaan Riset dan Pengembangan Asuransi Thailand (TIRD), risiko asuransi EV jauh lebih tinggi daripada kendaraan konvensional.
Baca Juga: Ganti Mobil Baru, Pemerintah China Berikan Subsidi Khusus
"Ini didorong oleh frekuensi kecelakaan yang lebih tinggi, kerusakan yang lebih parah per klaim, dan peningkatan paparan kerugian terkait banjir karena peristiwa cuaca ekstrem menjadi lebih sering terjadi," tambah laporan itu.
Presiden TGIA Somporn Suebthawilkul mengatakan, Sistem Biro Asuransi yang mensurvei mobil penumpang pribadi dengan polis asuransi kelas satu pada tahun 2024 menyoroti perbedaan mencolok di tiga dimensi risiko.
"Frekuensi kecelakaan untuk kendaraan listrik (EV) adalah 74,8%, dibandingkan dengan 47,2% untuk kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), yang menunjukkan bahwa EV hampir 1,6 kali lebih mungkin menimbulkan klaim asuransi," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement