Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Target 3.000 Sertifikat Tanah, ATR/BPN Bekasi Genjot Program PTSL 2026

Target 3.000 Sertifikat Tanah, ATR/BPN Bekasi Genjot Program PTSL 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Heri Purwanto selaku Kepala Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kota Bekasi terus mengusahakan capaian target sertifikasi sebanyak 3.000 bidang tanah lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada tahun 2026.

PTSL bertujuan untuk memberikan sertifikat tanah secara cepat dan serentak kepada masyarakat sebagai jaminan hukum atas kepemilikan tanah mereka.

Heri menjelaskan bahwa kantornya akan melaksanakan Penetapan Lokasi (Penlok) atau pengumuman resmi PTSL sehingga penduduk di setiap desa terpilih dapat mendaftarkan tanahnya untuk disertifikasi secara serentak.

"Alhamdulillah (tahun) 2026 open penlok sehingga bisa menjangkau (wilayah) lebih luas, dengan target 3.000 (bidang) kita akan bisa segera menyelesaikan," kata Heri Purwanto di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/1/2025).

Baca Juga: Menko AHY Dorong Kolaborasi Semua Pihak Berantas Mafia Tanah

Ia menambahkan, antusiasme dari pihak kelurahan serta persiapan awal yang telah dilakukan memungkinkan program PTSL diselesaikan dalam waktu di bawah satu semester.

"Kalau kita bisa menyelesaikan PTSL lebih cepat, yang targetnya setahun, bisa selesai 3-4 bulan karena sudah punya peta bidang tanah, calon peserta, kemudian kelurahan juga sudah sangat antusias karena sebelumnya sudah dimulai," ujar Heri Purwanto.

Sosialisasi Penlok PTSL secara terbuka telah diberikan kepada masyarakat, pemerintah desa, serta para pemangku kepentingan terkait tentang lokasi-lokasi yang telah ditetapkan.

"Karena kalau saya baca, masyarakat itu menginginkan semua. Kita open penlok, masyarakat langsung melengkapi persyaratan tanpa kita," ucap Heri Purwanto.

Selain itu, Heri menegaskan bahwa kehadiran pihak ketiga dalam proses ini muncul karena banyak warga Bekasi yang sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk mengurus PTSL secara mandiri.

Padahal, secara aturan, program ini tidak dikenakan biaya apa pun.

"Kalau perantara yang ngurus ada jasanya. Sementara kan tidak boleh, PTSL ada uang apapun karena rata-rata orang Bekasi ini sibuk bekerja. Jadi dia kadang-kadang waktu tidak bisa mengurus," imbuh Heri Purwanto.

Di samping itu, Heri menjelaskan capaian dan target di tahun 2025. Adapun capaian di tahun 2025:

  • Kegiatan Peta Bidang Tanah (PBT) target 762 Ha, terealisasi 852,73 Ha
  • SHAT PTSL, target 5.000 bidang, terealisasi 5.006 bidang
  • Sertifikasi tanah Wakaf, target 33 bidang, terealisasi 47 bidang
  • Sertifikat tanah Barang Milik Negara (BMN, target 41, terealisasi 41
  • Sengketa, target 7 perkara, terealisasi 19 perkara 
  • Perkara, target 5 perkara, terealisasi 155 perkara
  • Penerimaan PNBP, Target Rp. 39.029.916.000, terealisasi Rp. 34.693.323.837
  • Pendapatan BPHTB tahun 2025, Rp. 449.042.369.561

Di tahun 2025, Heri Purwanto sebagai Kepala BPN Kota Bekasi juga mendapatkan anugerah Pin Emas dari Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid karena berperan signifikan dalam pencegahan serta penyelesaian tindak pidana pertanahan sepanjang tahun 2025. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: