Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Kripto Berfluktuasi, Harga Bitcoin Akan Menguat Perlahan di 2026

Pasar Kripto Berfluktuasi, Harga Bitcoin Akan Menguat Perlahan di 2026 Kredit Foto: Freepik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar kripto diperkirakan masih berada dalam fase transisi di tengah tekanan makroekonomi global dan potensi pertumbuhan jangka menengah yang dinilai semakin kuat. Dinamika suku bunga global, arus dana institusional, serta perilaku investor jangka panjang menjadi faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan pasar kripto sepanjang tahun ini.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menyampaikan bahwa pergerakan bitcoin masih berada di area support struktural yang krusial. Bitcoin dinilai mampu bertahan di atas level US$80.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin Catat Kerugian Tahunan Pertama Sejak 2022

“Bitcoin mampu bertahan pada penutupan bulanan, namun tekanan masih terlihat dari sisi likuiditas dan sentimen global,” ujar Fyqieh, dilansir Minggu (4/1).

Data on-chain menunjukkan sinyal yang beragam. Coinbase Premium Index tercatat berada di zona negatif dalam periode yang cukup panjang, menandakan tekanan jual dari investor di Amerika Serikat (AS)

Fyqieh menilai, selama premi tersebut belum kembali positif secara konsisten, pasar kripto masih berpotensi mengalami fluktuasi dan koreksi terbatas. Meski demikian, tekanan jual mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Arus keluar dari bitcoin spot masih terjadi, namun volumenya terus menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Menurut Fyqieh, kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan distribusi tidak lagi sekuat sebelumnya dan berpotensi menjadi fase transisi menuju konsolidasi yang lebih sehat.

Selain itu, pergerakan pemegang bitcoin jangka panjang juga menunjukkan sinyal positif. Tekanan jual struktural dinilai mulai berkurang meski volatilitas jangka pendek masih berpotensi terjadi.

Adapun Risalah The Federal Reserve (The Fed) Desember cenderung mempertahankan suku bunga di level tinggi lebih lama, dengan peluang pemangkasan suku bunga baru terbuka setelah Maret atau April 2026.

“Kondisi suku bunga tinggi lebih lama membuat likuiditas global tetap ketat dan membatasi katalis kenaikan harga kripto dalam jangka pendek,” kata Fyqieh.

Ia menambahkan, pada awal tahun ini, risiko pasar kripto masih cenderung ke arah penurunan apabila data inflasi dan tenaga kerja tidak mendukung pelonggaran kebijakan moneter. Namun, tekanan tersebut dinilai bersifat makro dan bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental industri kripto.

Baca Juga: Mulai Berubah, Harga Bitcoin Lebih Tenang Sepanjang 2025

Meski menghadapi tantangan jangka pendek, prospek jangka menengah tetap dinilai positif. Sejumlah analis global memproyeksikan bitcoin berpotensi mencetak rekor harga baru hingga US$150.000 di 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: