Sinyal Terbaru Arah Suku Bunga The Fed: Pemangkasan Masih Bisa Menunggu
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Federal Reserve (The Fed) Bank of Philadelphia, Anna Paulson mengatakan pemangkasan suku bunga lanjutan masih berpotensi tertunda, seiring para pejabat mengevaluasi kinerja ekonomi setelah siklus pelonggaran agresif tahun lalu.
“Saya melihat inflasi terus mereda, pasar tenaga kerja menjadi lebih stabil, dan pertumbuhan ekonomi berada di sekitar dua persen tahun ini,” ujar Paulson, dilansir dari Reuters, Senin (5/1).
Baca Juga: Bank Aladin Syariah (BANK) Terbitkan Sukuk Rp500 Miliar, Segini Imbal Hasilnya
“Jika semua itu terjadi, maka penyesuaian lanjutan yang moderat terhadap suku bunga dana federal kemungkinan akan tepat dilakukan di akhir tahun," tambahnya.
Paulson menilai tingkat suku bunga acuan saat ini masih berada di wilayah restriktif dan tetap berperan dalam menekan tekanan inflasi.
“Saya memandang level suku bunga dana federal saat ini masih sedikit ketat,” katanya.
Ia juga menyampaikan sikap optimistis namun waspada terhadap inflasi, sembari menekankan perlunya kejelasan lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi naik dan penurunan tingkat ketenagakerjaan.
“Saya melihat peluang yang cukup besar bahwa kita akan mengakhiri tahun ini dengan inflasi yang mendekati dua persen secara tahunan,” kata Paulson.
Di sisi ketenagakerjaan, ia menegaskan bahwa perlambatan pasar tenaga kerja belum mengarah pada pelemahan yang tajam.
“Pasar tenaga kerja jelas mulai melunak, tetapi tidak patah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perlambatan perekrutan dipicu oleh kombinasi faktor penawaran dan permintaan, sehingga kondisi ini perlu dicermati secara ketat sepanjang tahun.
Baca Juga: KB Bank Jalin Kerja Sama Transaksi Sukuk dengan Tjiwi Kimia Senilai Rp400 Miliar
Sebelumnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memangkas suku bunga acuannya sebesar total tujuh puluh lima basis poin melalui tiga kali pemangkasan masing-masing dua puluh lima basis poin, sehingga target suku bunga dana federal kini berada di 3,5% - 3,75%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement