Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada perdagangan terbaru di Rabu (14/1). Meskipun masih didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga, pasar khawatir soal independensi dari Federal Reserve (The Fed).
Dilansir dari Reuters, Kamis (15/1), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama termasuk yen dan euro, turun 0,06% ke 99,13.
Baca Juga: Trump Mesti Waspada, Hilangnya Independensi The Fed Bisa Mengancam Ekonomi AS
Dalam beberapa pekan terakhir, dolar menguat seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral akan menahan suku bunga. Sentimen tersebut diperkuat oleh data tenaga kerja terbaru yang menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% di Desember.
Morgan Stanley merevisi proyeksinya terkait pemangkasan suku bunga. Bank investasi itu kini memperkirakan penurunan suku bunga baru akan terjadi pada Juni dan September.
“Selama ini fokus kami tertuju pada pasar tenaga kerja, namun dengan turunnya tingkat pengangguran, akan sulit menjadikan faktor tersebut sebagai pendorong pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat,” kata Global Head of FX & EM Strategy Morgan Stanley, James Lord.
Menurut Lord, kondisi tersebut mengurangi peluang pelemahan dolar seperti yang sebelumnya diperkirakan tahun ini. Namun, ia menambahkan bahwa ketidakpastian baru terkait kebijakan moneter justru berpotensi menekan dolar ke arah sebaliknya.
Kekhawatiran pasar meningkat menyusul penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Powell menyebut penyelidikan tersebut sebagai dalih bagi pemerintah untuk memperbesar pengaruhnya terhadap kebijakan suku bunga, yang ingin dipangkas tajam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pergerakan dolar relatif terbatas setelah rilis data ekonomi terbaru menunjukkan harga produsen naik tipis pada November. Sementara penjualan ritel meningkat lebih kuat dari perkiraan.
Baca Juga: JPMorgan Dukung Independensi The Fed, Cap Ide Trump Buruk!
Laporan Beige Book The Fed menunjukkan aktivitas ekonomi meningkat dalam sebagian besar wilayah, dengan kondisi ketenagakerjaan relatif tidak berubah dalam beberapa pekan terakhir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement