Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emas Jadi Pendorong Inflasi Sepanjang 2025

Emas Jadi Pendorong Inflasi Sepanjang 2025 Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Indonesia per Desember 2025 mencapai 2,92%, meningkat dibandingkan inflasi 2024 yang sebesar 1,57%. Kenaikan inflasi sepanjang 2025 terutama dipicu lonjakan harga komoditas pangan, khususnya cabai, serta kenaikan harga emas yang berlangsung hampir sepanjang tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan tekanan inflasi yang meningkat pada 2025 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang andil inflasi sebesar 1,33% dengan tingkat inflasi tahunan mencapai 4,58%.

“Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras, dan daging ayam ras,” ujar Pudji saat acara Jumpa Pers Berita Resmi Statistik (BRS), di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: BPS Catat Surplus Dagang RI Tembus US$2,66 Miliar

BPS mencatat cabai merah menjadi komoditas pangan dengan andil inflasi terbesar sepanjang 2025, yakni sebesar 0,18%. Kontribusi tersebut disusul oleh ikan segar, cabai rawit, dan beras yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,15%.

Selain itu, sejumlah komoditas lain juga memberikan tekanan signifikan terhadap inflasi tahunan. Daging ayam ras dan tarif air minum PAM masing-masing menyumbang andil inflasi sebesar 0,14%. Sementara itu, bawang merah berkontribusi sebesar 0,10%, dan sigaret kretek mesin (SKM) memberikan andil sebesar 0,06%.

Baca Juga: BPS Ungkap Inflasi Capai 2,92% Sepanjang 2025

Di luar kelompok pangan, emas menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi 2025. BPS mencatat komoditas emas memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,79% seiring tren kenaikan harga emas di pasar internasional yang berlangsung hingga akhir tahun.

“Emas dan emas perhiasan memberikan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada tahun 2025. Komoditas ini menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali di tahun 2025,” ujar Pudji.

Kenaikan harga emas global tersebut berdampak langsung pada harga emas perhiasan dan emas batangan di dalam negeri, sehingga mendorong inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Tekanan dari harga emas melengkapi dorongan inflasi yang sebelumnya lebih banyak bersumber dari kelompok pangan bergejolak (volatile food).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: