- Home
- /
- Government
- /
- Government
Tim Negosiasi RI Bertolak ke AS Pekan Depan, Finalisasi Perjanjian Dagang
Kredit Foto: Dok. BPMI
Pemerintah Indonesia kembali mengirim tim ke Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan negosiasi tarif dagang bilateral yang telah memasuki tahap akhir penyusunan dokumen perjanjian perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART). Tim tersebut dijadwalkan berangkat pada 12–19 Januari 2026 guna membahas aspek legal draftingdokumen perjanjian.
“Nanti ada tim akan berangkat lagi tanggal 12 sampai 19, nanti dari situ baru jadwal selanjutnya bisa kita ketahui,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Airlangga menyatakan agenda utama pertemuan lanjutan tersebut adalah penyusunan aspek hukum perjanjian. “Legal drafting, ART,” ujarnya.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Hasil Negosiasi dengan AS, Sebut Trump Kasih Pengecualian Tarif ke Indonesia
Pengiriman tim ini merupakan kelanjutan dari perundingan intensif Indonesia dan AS yang telah berlangsung sejak April 2025. Kedua negara sebelumnya telah menyepakati substansi utama dalam dokumen ART setelah pertemuan resmi antara Airlangga dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C. pada 22 Desember 2025.
Perundingan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti penugasan Presiden Prabowo Subianto kepada Menko Perekonomian agar mempercepat penyelesaian perjanjian dagang RI-AS. Proses ini juga merupakan respons atas kebijakan tarif resiprokal AS yang diumumkan pada 2 April 2025.
Hasil dari rangkaian perundingan tersebut ditandai dengan terbitnya Joint Statement pada 22 Juli 2025 yang menetapkan penurunan tarif resiprokal AS terhadap Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Setelah itu, kedua negara melanjutkan pembahasan teknis untuk merampungkan dokumen perjanjian.
“Kuncinya adalah balance. Kita sampaikan mana isu-isu yang menjadi concern utama kepentingan Indonesia. Begitu juga sebaliknya, kita dengarkan pandangan dari AS. Kita cari jalan tengahnya,” ujar Airlangga.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Tarif Dagang RI-AS Rampung Akhir Januari 2026
Melalui ART, Indonesia berkomitmen memberikan akses pasar bagi produk AS, mengatasi hambatan nontarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan komersial. Di sisi lain, AS berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh.
Airlangga menyatakan seluruh isu utama dalam ART telah disepakati kedua pihak dan akan dituangkan dalam dokumen final. “Kami telah melaksanakan pertemuan dengan Ambassador Jamieson Greer (USTR), dan Alhamdulillah pembahasan berjalan sangat baik, sehingga dapat menyepakati secara substansi isu-isu yang termuat dalam dokumen ART,” jelasnya.
Setelah kesepakatan substansi tercapai, tim teknis Indonesia dan AS dijadwalkan melanjutkan pertemuan pada pekan kedua Januari 2026 di Washington D.C. untuk melakukan legal scrubbing dan clean up dokumen. Proses tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu.
Pemerintah menargetkan dokumen ART dapat dirampungkan pada pekan ketiga Januari 2026 dan ditandatangani secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump sebelum akhir Januari 2026 di Washington D.C.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement