Kredit Foto: Antara/Putu Indah Savitri
Dolar Amerika Serikat (AS) melemah dari level tertinggi hampir empat pekan terhadap mata uang utama pada perdagangan di Senin (5/1). Investor mengalihkan perhatian ke serangkaian data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).
Dilansir dari Reuters, Selasa (6/1), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kinerja dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, terakhir turun 0,3% ke 98,262. Secara bulanan, indeks dolar tercatat melemah 1,2% di Desember 2025.
Baca Juga: BOJ: Jepang Akan Terus Naikkan Suku Bunga Jika Ekonomi Sesuai Proyeksi
Pasar valuta asing cenderung mengabaikan perkembangan geopolitik terkait penangkapan sosok dari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Fokus investor dinilai lebih tertuju pada faktor ekonomi domestik yang berpengaruh langsung terhadap kebijakan suku bunga dari AS.
Perhatian utama pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan bulanan yang akan dirilis pekan ini, yang dipandang krusial dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter dari The Fed.
Kepala Analis Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler mengatakan dolar sempat melemah terhadap mata uang utama sepanjang bulan lalu, namun mulai menemukan titik dasar menjelang Natal.
“Saya pikir kita akan melihat koreksi naik dolar menjelang rilis data tenaga kerja pada Jumat,” ujarnya.
Data terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur berkontraksi lebih dalam dari perkiraan pada Desember. Institute for Supply Management melaporkan bahwa pesanan baru kembali menurun, sementara biaya input terus meningkat, mencerminkan dampak berkelanjutan dari tarif impor yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Chandler menilai rangkaian data ekonomi, mulai dari laporan tenaga kerja, inflasi konsumen (CPI), produksi industri, hingga penjualan ritel, akan memperkuat pandangan bahwa perekonomian tidak memburuk lebih lanjut.
“Pesannya The Fed kemungkinan akan tetap menahan suku bunga setidaknya hingga kuartal pertama,” katanya.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Bank UOB (BBIA) Tawarkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar, Bunga 6,50%
Investor juga menantikan keputusan terkait bos terbaru dari Federal Reserve. Trump menyatakan akan mengumumkan pilihannya bulan ini dan menegaskan bahwa ketua bank sentral yang baru adalah sosok yang mendukung penurunan suku bunga secara signifikan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement