Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kembali Melemah di Jumat (13/2), Tekanan Belum Usai untuk Dolar AS

Kembali Melemah di Jumat (13/2), Tekanan Belum Usai untuk Dolar AS Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menuju penurunan mingguan pada perdagangan di Jumat (13/2). Ia tertekan kombinasi penguatan mata uang lain serta meningkatnya keraguan pasar terhadap ketahanan ekonomi dari AS.

Terhadap sekeranjang mata uang utama, indeks dolar tercatat relatif stabil di 96,93. Namun secara mingguan diperkirakan melemah hampir 0,8%. Investor memilih bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi yang akan diumumkan di Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Menkeunya Trump Senang Lihat Lemahnya Nilai Dolar, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Data inflasi tersebut dipandang krusial karena berpotensi membentuk ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Dari sisi data ekonomi terbaru, laporan semalam menunjukkan jumlah warga yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran memang menurun pada pekan lalu, namun penurunannya lebih kecil dari perkiraan pasar. Data tersebut menyusul laporan ketenagakerjaan sebelumnya yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja meningkat secara tak terduga pada Januari.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar masih memperkirakan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga oleh bank sentralĀ  sepanjang tahun ini, dengan penurunan pertama diproyeksikan terjadi pada Juni.

Baca Juga: Bank Sentral Eropa Curiga Dolar Sengaja Dilemahkan Trump

Bagi pasar global, pergerakan dolar dan ekspektasi suku bunga menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap arus modal, nilai tukar serta pergerakan aset berisiko di pasar keuangan, termasuk di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: