Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan penurunan ekspor Indonesia sebesar 7,08 persen pada November 2025 menjadi USD 22,52 miliar dibanding bulan sebelumnya.
Faktor utama yang mendong penurunan ekspor tersebut adalah turunnya ekspor nonminyak dan gas (nonmigas) sebesar 7,30 persen (MoM) dan turunnya ekspor migas sebesar 1,25 persen.
Baca Juga: Purbaya Prediksi Konflik Venezuela-AS Tak Akan Pengaruhi Suplai Minyak Dunia
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, secara kumulatif, total ekspor Indonesia pada Januari–November 2025 adalah sebesar USD 256,56 miliar. Nilai itu tumbuh 5,61 persen dibanding Januari–November 2024 (CtC).
Peningkatan ekspor ini turut ditopang pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 7,07 persen (CtC) menjadi USD 244,75 miliar.
“Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada Januari–November 2025 adalah aluminium dan barang daripadanya (HS 76) yang naik hingga 57,69 persen; berbagai produk kimia (HS 38) naik 48,02 persen; serta kakao dan olahannya (HS 18) naik 44,06 persen (CtC),” ungkap Mendag Busan, dikutip dari siaran pers Kemendag, Selasa (6/1).
Kemudian, sektor industri pengolahan mendominasi struktur ekspor Januari–November 2025 dengan kontribusi 80,27 persen, disusul pertambangan dan lainnya (12,65 persen), migas (4,60 persen), serta pertanian (2,48 persen).
“Secara kumulatif, ekspor pertanian naik tertinggi hingga 24,63 persen (CtC). Ekspor industri pengolahan juga naik sebesar 14,00 persen, namun sektor pertambangan dan lainnya turun 24,24 persen serta migas turun 17,64 persen (CtC),” tutur Mendag Busan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement