Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis terhadap mata uang utama pada Selasa (6/1). Pergerakannya relatif terbatas karena perhatian investor lebih tertuju pada pasar komoditas dan saham.
Dilansir dari Reuters, Rabu (7/1), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama seperti yen dan euro, naik 0,19%.
Baca Juga: Bank Sentral China Siap Pangkas Suku Bunga di 2026
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro berdampak besar namun hanya bersifat sementara dalam sebagian besar kelas aset, khususnya dalam pasar valuta asing.
Investor kini lebih fokus pada perbedaan pandangan di antara pejabat terkait dengan arah kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).
Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin mengatakan perubahan suku bunga perlu disesuaikan secara hati-hati dengan data ekonomi yang masuk, mengingat adanya risiko terhadap target inflasi dan tingkat pengangguran dari The Fed.
Sementara Gubernur Federal Reserve Stephen Miran menilai bank sentral perlu memangkas suku bunga secara agresif tahun ini guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari juga memperingatkan adanya risiko tingkat pengangguran bisa meningkat secara tiba-tiba.
“Dari sisi fundamental, pasar menunggu arah kebijakan moneter AS. Untuk saat ini, Venezuela bukan faktor penentu,” kata Kepala Analis Mata Uang ForexLive, Adam Button.
Baca Juga: BOJ: Jepang Akan Terus Naikkan Suku Bunga Jika Ekonomi Sesuai Proyeksi
Investor saat ini masih memperkirakan kemungkinan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan berikutnya sekitar 80% di Januari 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement