Kredit Foto: Muhammad Adimaja
PT Danantara Asset Management (DAM) mengalihkan sebagian kepemilikan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Pengalihan tersebut dilakukan melalui penandatanganan perjanjian pengalihan saham pada 6 Januari 2026, sehingga mengubah struktur kepemilikan saham negara di emiten telekomunikasi pelat merah tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Telkom, DAM menyerahkan sebanyak 516.023.535 saham Seri B TLKM kepada BP BUMN. Jumlah tersebut setara dengan 0,52% dari seluruh saham yang diterbitkan dan disetor penuh Telkom. Dengan pengalihan ini, BP BUMN tidak hanya memegang satu lembar saham Seri A Dwiwarna, tetapi juga memiliki saham Seri B Telkom.
Pengalihan saham tersebut dilakukan melalui Perjanjian Pengalihan Saham Milik Negara Republik Indonesia berupa Saham Seri B pada BUMN kepada BP BUMN, yang ditandatangani oleh Kepala BP BUMN dan Direktur PT Danantara Asset Management.
Sebelum pengalihan, BP BUMN hanya memiliki satu lembar saham Seri A Dwiwarna dengan persentase hak suara 0,0000%, sementara DAM menguasai 51.602.353.559 saham Seri B atau setara 52,091% hak suara. Setelah transaksi, kepemilikan BP BUMN bertambah menjadi satu lembar saham Seri A Dwiwarna dan 516.023.535 saham Seri B dengan total hak suara 0,52%. Di sisi lain, kepemilikan DAM berkurang menjadi 51.086.330.024 saham Seri B atau setara 51,57% hak suara.
SVP Corporate Secretary PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Jati Widagdo menjelaskan bahwa saham yang dialihkan merupakan Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham. Harga pengalihan saham ditetapkan berdasarkan nilai buku sementara sebesar Rp25,80 miliar dan akan ditetapkan secara definitif melalui keputusan Kepala BP BUMN.
Baca Juga: Telkom Resmi Spin-Off Bisnis Fiber, InfraNexia Jadi Motor Pertumbuhan Infrastruktur Digital
“Negara RI tetap berkedudukan sebagai Pemegang Saham Pengendali Perseroan (Ultimate Beneficial Owner) melalui kepemilikan langsung BP BUMN sebanyak 1 lembar saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dan 516.023.535 lembar saham Seri B, serta melalui DAM sebanyak 51.086.330.024 lembar saham Seri B yang terkonsolidasi pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara,” tulis Jati.
Pengalihan saham ini dilakukan dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement