Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Melemah Usai Nvidia Turun

Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Melemah Usai Nvidia Turun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (8/1). Saham teknologi melemah, sementara saham sektor pertahanan menguat menyusul rencana kenaikan anggaran militer dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dilansir dari Reuters, Jumat (9/1), S&P 500 naik tipis 0,01% ke 6.921,45. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,55% ke 49.266,11. Sementara Nasdaq Composite turun 0,44% ke 23.480,02.

Baca Juga: Bursa Eropa Turun, Saham Tech & Ritel Tekan Indeks Stoxx 600

Saham Nvidia dan indeks teknologi tertekan seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya mencatatkan lonjakan tajam dan dinilai memiliki valuasi tinggi.

Kepala Strategi Pasar B. Riley Wealth, Art Hogan mengatakan sektor akal imitasi kini memasuki fase seleksi.

“AI masih menarik, tetapi akan ada pemenang dan pecundang. Ini telah menjadi sektor show me, di mana investor ingin melihat bagaimana teknologi ini dimonetisasi dan apakah belanja modal yang besar akan menghasilkan imbal hasil,” ujarnya.

Di sisi lain, saham perusahaan pertahanan menguat setelah pemerintah menyampaikan bahwa anggaran militer untuk tahun depan seharusnya mencapai US$1,5 triliun. 

Dari sisi data ekonomi, jumlah warga yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran meningkat secara moderat pada pekan lalu. Namun, permintaan tenaga kerja masih terbilang lesu, sejalan dengan data ketenagakerjaan ADP dan JOLTS.

Baca Juga: Sebelum Demutualisasi, Purbaya Minta BEI Berantas Penggoreng Saham

Pelaku pasar juga mencermati rilis laporan nonfarm payrolls bulan lalu, yang menjadi salah satu indikator ekonomi utama dan termasuk data andal pertama setelah penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah di AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: