Kredit Foto: Kliring Berjangka Indonesia
Harga bitcoin kembali gagal mempertahankan momentum penguatannya pada perdagangan di Minggu (11/1). Ia tak dapat memanfaatkan momentum data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Coinmarketcap, harga bitcoin turun dan diperdagangkan dalam kisaran US$90.000. Seperti yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan bitcoin tertinggal dibandingkan aset lainnya yang justru mencatatkan kenaikan harga, seperti logam mulia dan minyak mentah.
Baca Juga: Harga Bitcoin Akan Dipengaruhi Faktor Makro dan Dinamika Pasar di 2026
Tekanan pada pasar kripto muncul usai rilis data ketenagakerjaan dari Amerika Serikat. Laporan Desember menunjukkan pertambahan lapangan kerja hanya sebesar 50.000. Namun, tingkat pengangguran pada justru turun menjadi 4,4%.
Adapun Indeks Sentimen Universitas Michigan untuk bulan ini naik ke 54. Pada saat yang sama, ekspektasi inflasi satu tahun ke depan meningkat menjadi 4,2%. Meski demikian, indikator tersebut dinilai masih sangat dipengaruhi oleh afiliasi politik responden.
Sementara itu, pasar juga mencermati perkembangan kebijakan perdagangan terkait dengan tarif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: Usai Bitcoin, Morgan Stanley Ajukan Ethereum Trust
Putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat terkait konstitusionalitas rezim tarif belum dirilis, meskipun sebelumnya diharapkan keluar dalam waktu dekat. Hasil perkara tersebut tidak termasuk dalam daftar putusan yang diumumkan baru-baru ini oleh pengadilan, dengan keputusan lanjutan diperkirakan akan diumumkan pada Rabu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement