- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Galang Dana Sejak 2021, AVIA Masih Simpan Dana IPO di Bank dan Obligasi
Kredit Foto: WE
PT Avia Avian Tbk (AVIA) masih menyimpan sebagian dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang digalang sejak 2021 dengan menempatkannya pada obligasi pemerintah hingga akhir 2025.
Emiten produsen cat ini mencatat sisa dana IPO yang belum direalisasikan sebesar Rp250,56 miliar per 31 Desember 2025. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1/2026).
Direktur AVIA Kurnia Hadi Sinanto menyampaikan, sisa dana IPO tersebut ditempatkan pada sejumlah perbankan nasional dan asing dalam bentuk instrumen keuangan berisiko rendah serta rekening giro. Penempatan dana dilakukan untuk menjaga likuiditas dana yang belum digunakan, dengan porsi terbesar berada di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Berdasarkan keterbukaan informasi tersebut, dana IPO AVIA yang ditempatkan di BCA mencapai Rp212,43 miliar dalam bentuk obligasi pemerintah seri FR. Selain itu, terdapat dana sebesar Rp137,90 juta yang disimpan dalam rekening giro di bank yang sama. Di luar BCA, AVIA juga menempatkan dana sebesar Rp37,65 miliar dalam rekening giro PT Bank UOB Indonesia serta Rp349,91 juta di rekening giro PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Baca Juga: Setop Permanen Operasional Anak Usaha, Bos AVIA Beber Pemicunya
AVIA tercatat melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021 dan memperoleh dana bersih IPO sebesar Rp5,65 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan perseroan dan entitas anak. Hingga akhir 2025, AVIA telah merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp4,23 triliun di tingkat induk, sementara Rp1,42 triliun disalurkan kepada entitas anak, PT Tirtakencana Tatawarna.
Di tingkat induk, AVIA merealisasikan dana IPO sebesar Rp2,98 triliun untuk modal kerja. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan operasional, termasuk pengadaan bahan baku dan kebutuhan produksi.
Selain itu, perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp451,57 miliar guna pengembangan fasilitas dan peningkatan efisiensi operasional. AVIA juga menggunakan dana IPO sebesar Rp550 miliar untuk pelunasan pinjaman bank.
Baca Juga: Avia Avian Terima Dividen Rp49,99 Miliar dari Anak Usaha
Sementara itu, entitas anak PT Tirtakencana Tatawarna memanfaatkan dana IPO yang diterimanya untuk kebutuhan operasional dan penguatan keuangan. Dana sebesar Rp950 miliar digunakan sebagai modal kerja, Rp85 miliar dialokasikan untuk belanja modal, dan Rp380 miliar digunakan untuk melunasi pinjaman bank.
Alhasil, AVIA masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp250,56 miliar yang belum digunakan hingga akhir 2025. Dana tersebut saat ini ditempatkan pada obligasi pemerintah dan rekening giro perbankan, sambil menunggu kebutuhan pendanaan lanjutan sesuai rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada publik dan regulator pasar modal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement