Gagal Optimalkan Momentum, Harga Bitcoin Turun Lagi ke US$90.000
Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Harga bitcoin kembali gagal mempertahankan momentum penguatannya pada perdagangan di Senin (12/1). Ia sempat naik namun kemudian berbalik melemah menyusul kewaspaan investor terhadap isu terkait masa depan independensi dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).
Dilansir dariĀ Reuters, Selasa (13/1), harga bitcoin sempat menguat hingga mendekati US$92.000. Namun ia juga dengan cepat turun kembali ke sekitar US$90.000. Pergerakan tersebut membuat bitcoin berbalik mencatatkan pelemahan secara harian.
Baca Juga: Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Kripto, Kerugian Capai Rp200 Miliar?
Tekanan terhadap aset kripto muncul seiring berlanjutnya ketegangan antara Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Perselisihan tersebut menimbulkan ketidakpastian kebijakan moneter dan membebani sentimen pasar secara luas.
Pergerakan bitcoin menunjukkan posisinya yang masih berada di antara dua narasi berbeda. Meski kerap dipromosikan sebagai aset keras netral dan penyimpan nilai, aksi harga terbaru mengindikasikan bitcoin masih diperdagangkan layaknya saham teknologi berisiko tinggi dengan volatilitas besar, alih-alih sebagai safe haven di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Mercado: Kapitalisasi Bitcoin Perlahan Bakal Saingi Emas
Sementara itu, aset lindung nilai tradisional justru terus mengungguli pasar. Emas dan perak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, dengan kapitalisasi pasar masing-masing sekitar US$32 triliun dan US$4,7 triliun. Dengan capaian tersebut, emas dan perak kini menempati posisi aset terbesar pertama dan kedua secara global berdasarkan nilai pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement