Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Bekukan Tiga Saham yang Naik Tajam, Salah Satunya Loncat 367%

BEI Bekukan Tiga Saham yang Naik Tajam, Salah Satunya Loncat 367% Kredit Foto: Istockphoto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lonjakan harga saham yang kian tak terbendung membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menarik rem. Saham PT Indospring Tbk (INDS) resmi dihentikan sementara perdagangannya sebagai langkah pendinginan sekaligus perlindungan bagi investor.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan, “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Indospring Tbk. (INDS), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Indospring Tbk. (INDS) pada tanggal 15 Januari 2026.”

Keputusan ini tak lepas dari performa agresif saham INDS. Pada perdagangan Rabu (14/1), saham ini ditutup melesat 25% ke level Rp555. Secara akumulatif, INDS sudah melambung 102,55% dalam sepekan dan melonjak 147,77% dalam sebulan terakhir.

Baca Juga: Tender Wajib Saham GPSO Dimulai, Tjokro Group Patok Harga Rp436 per Lembar

Tak hanya INDS, dua saham lain juga ikut terkena kebijakan suspensi. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) ditutup melonjak 25% ke Rp5.025, dengan kenaikan fantastis 142,75% dalam sepekan dan 367,44% dalam sebulan. Sementara itu, PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) terakhir ditutup menguat 31,31% ke Rp260, setelah naik 106,35% dalam sepekan dan meroket 198,85% dalam sebulan.

Yulianto menegaskan bahwa langkah penghentian sementara ini dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. “Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” ujar Yulianto.

Baca Juga: Net Buy Jumbo Rp1,16 Triliun, Asing Serbu Saham-saham Ini

Ia juga mengimbau para pihak yang berkepentingan agar selalu mencermati dan memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perseroan, sehingga keputusan investasi dapat diambil secara lebih bijak dan terukur.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement

Bagikan Artikel: