Kredit Foto: Sufri Yuliardi
“Dengan dukungan sistem pompa yang ada serta pemantauan harian terhadap curah hujan dan potensi rob, Alhamdulillah saat ini jika terjadi genangan, dalam waktu satu hingga satu setengah jam sudah dapat tertangani,” jelasnya.
Gubernur Pramono menambahkan, sebelum waduk dibangun, kawasan tersebut tidak memiliki area resapan dan tampungan air yang memadai. Kehadiran Waduk Batu Licin sebagai daerah tangkapan air (catchment area) baru diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah sekitarnya.
Terkait pengembangan waduk di wilayah lain, Gubernur Pramono menyebutkan, saat ini lima waduk di Jakarta Timur telah selesai dibangun, disusul dua waduk di Jakarta Selatan dan dua waduk di Jakarta Barat. Secara keseluruhan, keberadaan waduk-waduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tampung air dan memperkuat ketahanan Jakarta terhadap risiko banjir.
Sementara itu, mengenai pemanfaatan waduk sebagai ruang aktivitas publik, Gubernur Pramono membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan waduk, termasuk untuk kegiatan memancing.
“Silakan dimanfaatkan, termasuk untuk memancing, dan saya minta digratiskan tanpa pungutan. Namun, masyarakat juga harus bersama-sama menjaga fasilitas publik ini agar tetap tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement