Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan memperkuat asesmen risiko pasar di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. OJK menilai tekanan terhadap rupiah berpotensi menimbulkan risiko pasar yang harus dimitigasi secara disiplin oleh masing-masing bank.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pelemahan rupiah merupakan salah satu risiko pasar yang perlu dihadapi industri perbankan melalui pengukuran dan pengelolaan risiko secara individual.
“Kita lihat ya, itu kan masuk salah satu risiko pasar yang harus kita hadapi. Jadi saya kira itu harus di-assess individual bank seperti apa. Tentu ada semacam stresnya di mana masing-masing bank juga akan melakukan itu,” ujar Dian, kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp16.955, Ini Biang Keroknya!
Menurut Dian, perbankan secara rutin telah melakukan pengujian ketahanan atau stress test untuk mengukur dampak berbagai skenario pasar, termasuk pergerakan nilai tukar. OJK juga melakukan pemantauan secara paralel terhadap kondisi tersebut.
“Sejauh apa sih dampaknya, itu rutin biasanya mereka lakukan, di samping kita juga,” katanya.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Kadin Wanti-wanti Tekanan Berat ke Dunia Usaha
Pernyataan OJK tersebut disampaikan di tengah tekanan terhadap rupiah yang kembali meningkat. Pada perdagangan Senin (19/1/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah 68 poin ke posisi Rp16.955 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.896 per dolar AS.
Sepanjang hari perdagangan, rupiah sempat tertekan hingga 75 poin seiring dengan penguatan indeks dolar AS. Pelemahan ini membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS, yang kerap menjadi perhatian pelaku pasar dan otoritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement