Kredit Foto: BBC
harga bitcoin melemah pada perdagangan di Rabu (21/1). Hal ini terjadi setelah perubahan tajam sentimen risiko global memicu gelombang aksi jual paksa dalam pasar aset kripto.
Dilansir dari Coinmarketcap, Bitcoin (BTC) sempat turun hingga ke US$88.000. Ia membalikkan pergerakan konsolidasi yang terjadi pekan lalu ketika harga bertahan di dekat level tertingginya. Penurunan tersebut terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global.
Baca Juga: Strategy (MSTR) Tambah Kepemilikan Bitcoin (BTC) US$2,13 Miliar
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara blok euro yang menolak usulnya terkait Greenland. Pernyataan itu mengguncang kepercayaan investor dan menghidupkan kembali kekhawatiran atas ketegangan perdagangan serta ketidakpastian kebijakan.
Pada saat yang sama, aksi jual di pasar obligasi pemerintah mendorong imbal hasil global naik, sehingga memperketat kondisi keuangan. Kombinasi faktor tersebut membebani aset berisiko secara luas.
Tekanan terhadap pasar kripto semakin terasa setelah reli panjang daklam pasar saham global yang sebelumnya didorong oleh optimisme terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence) membawa indeks ekuitas ke rekor tertinggi.
Baca Juga: Dua Minggu Berbahaya, Analis Peringatkan Bitcoin (BTC) Dapat Anjlok ke US$58.000
Dengan posisi investor yang sudah padat dan volatilitas yang sempat rendah, pasar kripto menjadi rentan ketika sentimen mulai memburuk.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement