Dua Minggu Berbahaya, Analis Peringatkan Bitcoin (BTC) Dapat Anjlok ke US$58.000
Kredit Foto: Istimewa
Analis memperingatkan bahwa kondisi makroekonomi global saat ini membuka peluang bagi harga bitcoin untuk turun tajam, bahkan hingga US$58.000.
Trader Veteran, Peter Brandt.memperkirakan harga bitcoin berpotensi jatuh ke US$58.000 - US$62.000. Ia menilai bitcoin masih berada dalam tren turun atau bearish.
Baca Juga: Michael Saylor Isyaratkan Pembelian Bitcoin (BTC) Jumbo
Brandt membagikan grafik yang menunjukkan level resistensi utama bitcoin di US$102.300. Menurutnya, selama level tersebut tidak ditembus, tekanan penurunan masih mendominasi.
“US$58.000 - US$62.000 adalah level yang saya perkirakan akan dituju bitcoin. Jika tidak tercapai, saya tidak akan malu. Saya salah lima puluh persen dari waktu, dan itu tidak masalah,” ujar Brandt, dilansir Rabu (21/1).
Analis menilai target tersebut masuk akal, namun menekankan bahwa faktor makroekonomi akan lebih menentukan dibandingkan pola grafik semata.
58k to $62k is where I think it is going $BTC
— Peter Brandt (@PeterLBrandt) January 19, 2026
If it does not go there I will NOT be ashamed, so I do not need to see you trolls screen shot this in the future
I am wrong 50% of the time. It does not bother me to be wrong pic.twitter.com/NDOuSrqLwa
Dari Amerika Serikat (AS), penurunan inflasi di bawah dua persen belum diikuti dengan pelonggaran kebijakan moneter karena bank sentral global masih bersikap hati-hati. Eskalasi tarif dagang atau meningkatnya ketegangan geopolitik berisiko memicu kembali inflasi dan menunda pemangkasan suku bunga.
Ketegangan Amerika Serikat dan Uni Eropa juga dinilai dapat memperburuk sentimen pasar, sehingga mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Baca Juga: Prediksi Kripto 2026: 5 Prakiraan Utama Untuk Bitcoin dan Altcoin
Baca Juga: 7 Safe Ways to Invest in Crypto for Beginners
Selama suku bunga tetap ketat dan likuiditas terbatas, analis menilai ada peluang bitcoin kembali ke kisaran pertengahan US$50.000.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement