Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pendapatan Melejit, PADI Optimistis Prospek Bisnis Tetap Moncer di 2026

Pendapatan Melejit, PADI Optimistis Prospek Bisnis Tetap Moncer di 2026 Kredit Foto: Freepik/Racool Studio
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menanggapi permintaan Bursa Efek Indonesia terkait lonjakan kinerja keuangan Perseroan.

Diketahui, pendapatan usaha PADI tercatat meningkat signifikan dari Rp17,44 miliar menjadi Rp38,47 miliar per September 2025, atau naik sebesar Rp55,9 miliar dibandingkan total pendapatan usaha per September 2024.

Direktur Utama PADI, Djoko Joelijanto, mengungkapkan bahwa lonjakan kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan kinerja perdagangan efek.

“Peningkatan ini disebabkan oleh laba belum terealisasi atas perdagangan efek berbalik untung menjadi Rp22,70 miliar dari sebelumnya rugi Rp(20,70) miliar dan laba direalisasi atas perdagangan efek naik menjadi Rp8,78 miliar dari sebelumnya Rp387 juta,” kata Djoko.

Baca Juga: Meski Lepas dari Rugi, PADI Masih Defisit Rp97 Miliar

Di sisi lain, penghasilan lain-lain per September 2025 tercatat sebesar Rp(603) juta, turun Rp1,13 miliar atau 214,20% dibandingkan posisi positif Rp528 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama dipicu kenaikan beban keuangan yang membengkak menjadi Rp(953) juta dari sebelumnya Rp(24) juta per September 2024.

Meski demikian, kinerja bottom line Perseroan menunjukkan perbaikan tajam. Laba neto tahun berjalan per September 2025 mencapai Rp24,74 miliar, melonjak Rp53,74 miliar dari posisi rugi neto Rp(29) miliar pada September 2024. Perubahan dari rugi menjadi laba ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan usaha.

Djoko menambahkan, sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, aktivitas bisnis Perseroan mencatat pertumbuhan transaksi yang cukup signifikan, disertai peningkatan laba belum terealisasi dan laba terealisasi dari perdagangan efek.

Untuk tahun 2026, strategi bisnis PADI masih akan difokuskan pada penguatan layanan online trading. "Rencana bisnis tahun 2026 masih akan fokus terhadap perkembangan online trading dimana Perseroan akan lebih banyak memberikan edukasi dan sosialisasi pasar modal serta pembelajaran terhadap penggunaan online trading milik perseroan kepada para nasabah dan calon nasabah," ujar Djoko. 

Menanggapi faktor makroekonomi dan industri yang berpotensi memengaruhi prospek usaha, manajemen menilai outlook ke depan tetap positif. Perseroan melihat nilai perdagangan di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2025 telah melampaui Rp4.000 triliun, didukung kondisi perekonomian yang masih kondusif.

Baca Juga: BI Proyeksikan Ekonomi Tumbuh hingga 5,7% di 2026

Optimisme ini turut diperkuat oleh berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo yang berfokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi melalui stimulus fiskal serta inflasi yang terjaga, sehingga pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai sekitar 5,4%.

“Meski demikian, Perseroan tetap mencermati sejumlah risiko yang masih membayangi, terutama risiko eksternal yang berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik global,” sebut Djoko.

Dari sisi persaingan usaha, Perseroan mengamati bahwa industri sekuritas saat ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan investor Generasi Z yang sangat adaptif terhadap teknologi.

Merespons tren tersebut, PADI meyakini bahwa ketersediaan platform online trading dengan fitur lengkap menjadi faktor kunci bagi investor dalam memilih mitra sekuritas yang sesuai dengan kebutuhan digital mereka.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement

Bagikan Artikel: