Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mengupas Teknologi Blade Battery pada Sedan Listrik BYD Atto 4, Keamanan dan Umur Pakai

Mengupas Teknologi Blade Battery pada Sedan Listrik BYD Atto 4, Keamanan dan Umur Pakai Kredit Foto: BYD
Warta Ekonomi, Jakarta -

Blade Battery BYD yang digunakan pada Atto 4 dikembangkan berbasis kimia lithium iron phosphate atau LFP untuk menjawab dua masalah utama baterai mobil listrik, yaitu risiko kebakaran dan degradasi jangka panjang.

Katoda berbahan besi dan fosfat dipilih karena memiliki struktur kristal yang lebih stabil sehingga tidak mudah terurai saat suhu tinggi atau saat terjadi pengisian berlebih.

Struktur kimia LFP membuat reaksi elektrokimia berlangsung lebih terkendali dibanding baterai berbasis nikel, kobalt, dan mangan yang lebih padat energi tetapi lebih sensitif terhadap panas.

Keunggulan utama LFP adalah ketahanan terhadap thermal runaway, yaitu kondisi ketika suhu naik tak terkendali dan memicu reaksi berantai di dalam sel baterai.

BYD tidak hanya mengandalkan kimia LFP, tetapi juga merancang ulang bentuk sel menjadi pipih, panjang, dan kaku seperti bilah untuk meningkatkan kekuatan struktural.

Setiap sel Blade Battery dipasang langsung sebagai bagian dari rangka pack sehingga berfungsi ganda sebagai penyimpan energi sekaligus elemen penopang struktur.

Pendekatan ini mengurangi kebutuhan modul tambahan dan meningkatkan kepadatan energi per volume tanpa mengorbankan kekuatan mekanis.

Dalam uji keselamatan ekstrem, Blade Battery menjalani tes tusuk paku di mana paku baja menembus sel aktif tanpa memicu api, asap, atau ledakan.

Saat diuji, suhu permukaan sel hanya naik ke kisaran 30 hingga 60 derajat Celsius, jauh di bawah ambang kritis reaksi termal berbahaya.

Blade Battery juga diuji dengan pemanasan hingga ratusan derajat, tekanan mekanis tinggi, serta pengisian berlebih tanpa terjadi kegagalan struktural.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa Blade Battery memiliki margin keamanan termal jauh lebih besar dibanding banyak baterai kendaraan listrik generasi lama.

Dari sisi durabilitas, baterai LFP dikenal mampu bertahan lebih dari 3.000 kali siklus charge–discharge sebelum kapasitas turun signifikan.

Dalam konteks penggunaan kendaraan, angka tersebut setara dengan jarak tempuh total lebih dari satu juta kilometer sepanjang umur baterai.

Setelah ribuan siklus, kapasitas biasanya masih bertahan di kisaran 70 hingga 80 persen tergantung pola pengisian dan kondisi operasional.

Karakter LFP yang stabil membuat Blade Battery relatif aman diisi hingga 100 persen setiap hari tanpa mempercepat degradasi secara drastis.

Hal ini berbeda dengan banyak baterai NMC yang lebih disarankan dijaga di rentang 20 hingga 80 persen untuk menjaga umur pakai.

Dari sisi temperatur kerja, Blade Battery memiliki rentang operasi lebih luas dan lebih toleran terhadap suhu tinggi khas iklim tropis.

Stabilitas suhu ini penting untuk pasar seperti Indonesia yang memiliki temperatur lingkungan tinggi sepanjang tahun.

BYD memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 250.000 kilometer dengan batas minimal kesehatan baterai sekitar 70 persen.

Kebijakan garansi ini mencerminkan keyakinan pabrikan terhadap daya tahan struktur kimia dan mekanis Blade Battery.

Atto 4 sendiri diperkirakan akan mulai dipasarkan di Indonesia pada kisaran Maret 2026 seiring ekspansi agresif BYD di Asia Tenggara.

Model ini diproyeksikan masuk dengan harga di bawah Rp500 juta untuk mengisi segmen sedan listrik menengah.

Spesifikasi lain yang relevan melengkapi paket Blade Battery di Atto 4 termasuk tenaga 308 hp, torsi 360 Nm, akselerasi 0–100 km/jam sekitar 3,8 detik, serta dimensi panjang 4.800 mm dan lebar 1.875 mm untuk kabin nyaman lima kursi.

Baca Juga: Sudah Kalahkan Penjualan Tesla, 2026 BYD Targetkan Penjualan Mobil Listrik Meningkat Jadi 1,3 Juta Unit

Atto 4 juga dibekali rangkaian fitur keselamatan modern seperti rem cakram ventilasi depan, rem cakram belakang, serta suspensi depan McPherson dan suspensi belakang multi-link untuk stabilitas berkendara tinggi.

Kombinasi Blade Battery yang aman serta performa dan fitur lengkap ini menjadikan Atto 4 sebagai sedan listrik yang layak diperhitungkan di kelas menengah, sekaligus respons BYD terhadap berkembangnya preferensi konsumen EV di Indonesia. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: