Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saham Wall Street Naik, Investor Tak Sabar Nantikan Laporan Laba Raksasa Teknologi AS

Saham Wall Street Naik, Investor Tak Sabar Nantikan Laporan Laba Raksasa Teknologi AS Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Wall Street menguat untuk sesi keempat berturut-turut pada perdagangan di Senin (26/1). Kenaikan didorong oleh optimisme investor menjelang rilis laporan keuangan emiten-emiten mega-kapitalisasi serta pembaruan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Reuters, Selasa (27/1), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,64% ke 49.412,40, S&P 500 menguat 0,50% ke 6.950,23 dan Nasdaq Composite bertambah 0,43% ke 23.601,36.

Baca Juga: Menhan Jerman Murka, Trump Bakal Diberi Pelajaran Secara Terbuka

Kenaikan terutama ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar. Apple, Microsoft, Alphabet, Meta Platforms dan Broadcom menjadi kontributor utama penguatan indeks tersebut.

Sejumlah raksasa teknologi dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pekan ini. Laporan tersebut dipandang sebagai ujian penting bagi reli pasar yang selama ini ditopang oleh euforia terhadap kecerdasan buatan (AI).

Investor akan mencermati apakah belanja besar untuk akal imitasi telah menghasilkan imbal hasil yang terukur. Di tengah kekhawatiran valuasi saham teknologi yang sudah tinggi, panduan kinerja (guidance) dari perusahaan-perusahaan tersebut menjadi krusial karena sedikit saja kekecewaan dapat memicu evaluasi ulang terhadap tema investasi ke AI.

“Terlihat bahwa sektor komunikasi dan teknologi diperdagangkan dengan baik hari ini menjelang laporan keuangan banyak perusahaan besar,” kata Chief Investment Officer Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli.

“Ibaratnya kita sedang melihat ekspansi laba korporasi dan ekspansi ekonomi. Secara umum, investor masih berhati-hati namun optimistis dan kemungkinan besar menantikan musim laporan keuangan,” tambahnya.

Selain laporan laba, perhatian investor juga tertuju pada rapat dari Federal Reserve (The Fed). Investor memperkirakan peluang sekitar 97% bahwa bank sentral tersebut akan menahan suku bunga, namun investor berharap mendapat petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.

Keputusan The Fed berpotensi dibayangi oleh isu independensi bank sentral menyusul penyelidikan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

Baca Juga: Net Buy Rp422,21 Miliar, Asing Serok Saham-saham Ini

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menyatakan akan segera mengumumkan calon terbaru untuk ketua dari The Fed.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: