Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Tekanan kuat menghantam pasar saham domestik sejak pembukaan perdagangan Selasa (27/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka loyo ke level 8.974,56, bahkan sempat ambruk lebih dalam ke level 8.873,48 atau terkoreksi 1,13% pada perdagangan intraday pagi tadi.
Hingga memasuki jeda siang, pelemahan belum sepenuhnya mereda dan pergerakan indeks masih tertahan di zona merah.
Berdasarkan data RTI, IHSG turun 53,67 poin atau 0,60% ke level 8.921,66. Sebanyak 441 saham terkoreksi, 232 saham terapresiasi dan 130 saham stagnan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Loyo Usai Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Sampai pertengahan hari ini, IHSG mencatatkan volume perdagangan 33,23 miliar lembar saham dengan frekuensi 2.078.061 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp15,11 triliun.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi buruan investor dengan nilai transaksi Rp1,26 triliun. Diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp971,02 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp692,92 miliar.
Dari jajaran indeks LQ45, tekanan paling dalam dialami PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang memimpin top losers setelah terkoreksi 5,86% ke level Rp2.250. Pelemahan juga menimpa PT Astra International Tbk (ASII) yang merosot 5,82% ke Rp6.475, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) yang menyusut 5,68% ke Rp25.725.
Baca Juga: BEI Awasi Pergerakan 6 Saham Emiten, Ada Apa?
Di tengah dominasi sentimen negatif, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melesat 4,9% ke Rp300, diikuti PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) yang menanjak 4,5% ke Rp115.575, serta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang menguat 3,47% ke Rp1.045.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement