Kredit Foto: Azka Elfriza
PT Zurich Topas Life Indonesia menilai prospek industri asuransi kesehatan masih kuat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Optimisme tersebut didorong oleh tren peningkatan risiko penyakit dan lonjakan biaya layanan kesehatan.
Head of Propositions PT Zurich Topas Life Indonesia Yohan Dharmawan mengatakan minat masyarakat terhadap asuransi kesehatan terus tumbuh dalam tiga hingga empat tahun terakhir dan dinilai semakin relevan dibandingkan produk asuransi lainnya.
“Asuransi kesehatan itu sangat ramah. Kenapa? Karena kita biasa beli untuk diri kita sendiri kebutuhan. Kalau misalkan asuransi jiwa itu kan masih mikir, ya kok sayang?” ujarnya dalam acara Dukung Resolusi Tahun Baru, Zurich Hadirkan Perlindungan Lengkap untuk Penyakit Kritis, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Spin Off Rampung, Sinar Mas Asuransi Syariah Siap Tancap Gas
Yohan menjelaskan, meningkatnya risiko penyakit menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan asuransi kesehatan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hampir 75% kematian di Indonesia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). Dari jumlah tersebut, penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyumbang terbesar dengan hampir 800.000 kematian setiap tahun.
Selain faktor risiko kesehatan, kenaikan biaya layanan medis juga memperkuat kebutuhan akan asuransi kesehatan. Berdasarkan Health Trends 2025 yang dirilis Mercer Marsh Benefits, kenaikan biaya kesehatan di Indonesia mencapai 19% pada 2025, jauh melampaui tingkat inflasi.
Sejalan dengan prospek tersebut, Zurich Life meluncurkan produk Zurich Critical Care (ZCC) pada Oktober 2025 sebagai perlindungan terhadap risiko penyakit kritis. Produk ini memberikan perlindungan komprehensif terhadap 141 penyakit kritis, mulai dari tahap awal hingga lanjut.
Baca Juga: Klaim Turun, Industri Asuransi Syariah Menguat
Yohan menyampaikan bahwa hingga tiga bulan setelah peluncuran, produk tersebut belum mencatatkan klaim. Namun, dari sisi penjualan, respons pasar dinilai positif.
“Klaimnya belum ada karena kan ini bisa dibilang sebenarnya penyakit jangka panjang gitu ya, di mana memang dia akan butuh waktu, tapi dari sisi penjualan sudah sangat oke, melebihi ekspektasi awal kita,” ujarnya.
Dari sisi premi, Zurich Life mencatat perolehan premi Zurich Critical Care mencapai sekitar 1,5 kali lipat dari target awal sejak pertama kali diluncurkan.
“Pendapatan preminya bisa dibilang 1,5 kali lipat dibanding ekspektasi kita di awal,” kata Yohan.
Zurich Critical Care menawarkan masa perlindungan hingga tertanggung berusia 85 tahun dengan fitur perpanjangan otomatis. Produk ini tersedia dalam dua pilihan, yakni Plan Essential yang berfokus pada perlindungan dan Plan Pro yang mengombinasikan proteksi dengan nilai tabungan. Pembayaran premi dapat dipilih dengan tenor tiga, lima, atau sepuluh tahun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement