Lewat Pelatihan, Yayasan Sandiaga Uno Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan di Bogor
Kredit Foto: Istimewa
Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar pelatihan tata boga pembuatan olahan edamame berupa bolen dan cake kukus edamame di GOR Dramaga, Bogor Barat, Kota Bogor.
Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya berfokus pada pemberdayaan anak muda, penyandang disabilitas dan perempuan sebagai pilar penguatan ekonomi masyarakat.
“Ketika ibu-ibu berdaya dan mandiri secara ekonomi, mereka menjadi kekuatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga,” ujar Sandiaga Uno, dilansir Rabu (28/1).
Pelatihan tersebut diikuti oleh lima puluh ibu rumah tangga dari wilayah sekitar dan bertujuan membuka peluang kerja serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha rumahan berbasis pangan lokal.
Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan baking semata. Ke depan, peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan, termasuk seleksi peserta terbaik yang berpeluang memperoleh bantuan modal usaha.
Ketua Umum Gebrakan Anak Negeri, Evie Sofia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan batch kedua yang diselenggarakan di Dramaga, Bogor Barat.
“Kali ini kami memperluas pelatihan ke Desa Dramaga. Bersama Yayasan Indonesia Setara, kami ingin mendorong ibu-ibu untuk terus meningkatkan soft skill dan hard skill,” kata Evie.
Menurut Evie, pelatihan ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu di wilayah tersebut. Selain keterampilan pengolahan pangan, peserta juga dibekali pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) sederhana untuk desain promosi produk.
Sekretaris Desa Dramaga, Budi Hartadi, menilai edamame sebagai komoditas pertanian lokal yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual. Ia menyebut pelatihan ini mendorong masyarakat memanfaatkan hasil pertanian lokal secara optimal.
“Dengan pelatihan ini, ibu-ibu dapat mengolah hasil pertanian di wilayah sendiri menjadi produk rumahan yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Pada sesi kick-off program, peserta diajarkan hardskill pembuatan Bolen Edamame dan Cake Kukus Edamame. Kedua menu dipilih karena bahan bakunya murah, mudah ditemukan, dan fleksibel untuk dikembangkan sesuai kebutuhan pasar.
Peserta juga ditantang untuk memanfaatkan Generative AI dalam pembuatan konten promosi dan langsung melakukan open pre-order pada hari yang sama. Dari tantangan tersebut, tercatat total 706 pesanan bolen dan cake kukus edamame dengan harga jual Rp3.500–Rp4.000 per produk.
Dari hasil penjualan tersebut, para peserta memperoleh pendapatan sekitar Rp2.361.000 pada hari pelatihan. Setelah sesi tatap muka, program dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu.
Baca Juga: Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Pangkas Kepemilikan Saham NRCA
Pendampingan ini bertujuan membantu peserta mengoptimalkan strategi pemasaran digital, meningkatkan kualitas konten promosi, serta mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh untuk pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement