Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenapa Digital Detox Bisa Membuat Seseorang Lebih Bahagia?

Kenapa Digital Detox Bisa Membuat Seseorang Lebih Bahagia? Kredit Foto: Unsplash/Sara Kurfeß
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tujuan teknologi digital diciptakan mulanya memang untuk mempermudah seseorang dalam berkomunikasi dan menerima informasi.

Namun pada akhirnya keberadaan teknologi digital ini memberikan sederet dampak negatif salah satunya yang berhubungan dengan kesehatan mental.

Dijejali oleh beragam informasi dan fenomena, awalnya memang menyenangkan. Tapi kini sudah banyak orang yang merasa lelah sehingga memutuskan melakukan digital detox.

Melansir dari Very Well Mind, digital detox dapat diartikan sebagai momen ketika seorang menahan diri untuk tidak menggunakan perangkat teknologi seperti ponsel pintar, laptop dan sebagainya agar lebih fokus dengan interaksi sosial dan kehidupan nyata.

Dengan melepaskan perangkat digital tersebut seseorang berharap dapat meredakan stres karena pengaruh perangkat digital.

Perkembangan teknologi tersebut tentu erat kaitanya dengan media sosial yang kini menjadi ajang berbagi dan berekspresi.

Keberadaan media sosial ini terkadang membuat seseorang membandingkan kebahagiaan hingga berdampak pada kondisi mental.

Mengutip dari Well and Good, sebuah penelitian dilakukan oleh Jean Twenge, PhD, seorang profesor psikologi di San Diego State University mengatakan, “Setiap aktivitas yang tidak melibatkan layar dikaitkan dengan lebih banyak kebahagiaan, dan setiap aktivitas yang melibatkan layar dikaitkan dengan lebih sedikit kebahagiaan.”.

Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Emotion, yang didasarkan pada tingkat penurunan kebahagiaan remaja di tahun 2012.

Para peneliti melaporkan bahwa remaja yang online kurang dari satu jam perhari memiliki tingkat kebahagiaan lebih dibandingkan yang online lebih lama dari itu.

Sementara pada penelitian orang dewasa, disebutkan bahwa media sosial mempengaruhi hubungan pribadi mereka.

Hal tersebut menjadi alasan Dr. Twenge menyarankan orang-orang untuk mulai melakukan digital detox dan melakukan aktivitas lain.

Digital Detox Dapat Meningkatkan Kebahagiaan dan Memberikan Dampak Positif

Dalam Psychology Today, disebutkan bahwa digital detox akan memberikan banyak dampak positif.

Seseorang yang menghabiskan waktu lebih sedikit di media sosial ternyata memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Dalam sebuah studi disebutkan bahwa pembatasan penggunaan media sosial dapat menurunkan gejala depresi dan kecemasan.

Detox digital termasuk media sosial, juga menghindarkan seseorang dari FOMO atau Fear of Missing Out yang digambarkan sebagai seseorang yang takut tertinggal dengan sebuah tren.

Baca Juga: Kenapa FOMO dapat Menjadi Penyebab Stres di Kalangan Generasi Muda?

Dimana FOMO kerap kali menimbulkan rasa cemas yang berlebihan. Sehingga dapat dikatakan bahwa seorang yang melakukan detox digital akan lebih mudah merasa bahagia dan percaya diri karena tak memikirkan tuntutan dari media sosial.

Dari beberapa penjelasan yang telah diberikan Digital detox dapat memberikan waktu untuk introspeksi yang bisa menjadi hal positif bagi kesehatan mental dan fisik, dan membuat seseorang merasa lebih bahagia. (WE Trivia/Sabriena Yully Puspita)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: