Toyota Indonesia Mengekspor Dua Mobil Hybrid CBU ke Pasar Asia Tenggara, Australia, Timur Tengah hingga Amerika Latin
Kredit Foto: Toyota
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) disebut telah memberikan kinerja ekonomi di sektor otomotif nasional pada 2025.
Sepanjang tahun TMMIN mencatatkan ekspor hampir 300 ribu unit kendaraan ke berbagai negara tujuan.
Seluruh kendaraan yang dikirim merupakan mobil utuh atau completely built up (CBU), yaitu kendaraan yang diekspor dalam kondisi sudah dirakit penuh.
Total ekspor Toyota Indonesia pada 2025 mencapai 298.457 unit CBU. Angka ini mendekati target 300 ribu unit yang sebelumnya ditetapkan oleh Toyota.
Baca Juga: Data Penjualan Mobil Honda di Indonesia dan Malaysia, Selisihnya Tipis Sekali
"Volume tersebut menyumbang sekitar 58 persen dari total ekspor otomotif nasional. Dengan porsi tersebut, Toyota menjadi kontributor terbesar ekspor kendaraan dari Indonesia," klaim perusahaan dalam rilisnya, Jumat (30 Januari 2026).
TMMIN juga menyampaikan bahwa ekspor itu menyasar kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah, dan juga Amerika Latin dan Australia
"Australia disebut mulai terbuka terhadap produk kendaraan listrik. Perluasan pasar ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap produk otomotif Indonesia," tambahnya.
Dari sisi produk, kendaraan berteknologi hybrid mulai mengambil peran penting dalam struktur ekspor TMMIN, seperti model Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid yang diproduksi di dalam negeri dan diproyeksikan menjadi andalan baru ekspor.
"Model konvensional seperti Fortuner dan Veloz tetap menjadi penopang volume pengiriman,"
TMMIN mengklaim mempunyai program Customer Month yang menjadikan quality control mendapat perhatian serius memastikan produk memenuhi standar global dan kebutuhan pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement