Kredit Foto: Istimewa
Di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat terkait ancaman kelangkaan dan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.
Kekhawatiran ini sering kali muncul, karena asumsi kebutuhan minyak Indonesia sangat bergantung pada negara-negara Arab.
Namun, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan, justru mayoritas pasokan minyak mentah Indonesia tidak berasal dari Timur Tengah, melainkan dari Benua Afrika.
Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho, dalam acara Energy Iftar Forum 2026 di Jakarta.
Ia menegaskan, ancaman penutupan jalur distribusi utama seperti Selat Hormuz oleh Iran, bukanlah masalah besar yang harus ditakuti secara berlebihan oleh masyarakat Indonesia.
“Sekarang sekitar 19 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Saudi Arabia (Timur Tengah)."
"Kendati demikian, pemerintah sudah menyiapkan langkah preventif dengan mengimpor minyak dari negara yang tidak terdampak konflik,” ungkap Fathul.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: