Dongkrak Literasi Keuangan, Kredit Pintar Hadirkan Kelas Finansial untuk Komunitas Disabilitas
Kredit Foto: Kredit Pintar
Mengelola keuangan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari memenuhi kebutuhan, merencanakan masa depan, hingga menghadapi situasi tak terduga. Dengan pemahaman keuangan yang baik, kita dapat menghindari risiko finansial dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.
Bagi semua orang, termasuk teman-teman difabel, literasi keuangan adalah langkah awal menuju kemandirian. Belajar keuangan merupakan hak setiap orang dan perlu dilakukan dalam suasana yang aman dan inklusif, agar kita dapat melangkah menuju kehidupan yang lebih tenang, mandiri, dan sejahtera.
Melihat pentingnya pemahaman dalam hal pengelolaan keuangan bagi semua kalangan, Kredit Pintar melalui inisiatif Kelas Pintar Bersama kembali menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bertajuk “Finansial Inklusif untuk Semua” yang pada kesempatan kali ini menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai mitra strategis dalam mendorong pemahaman keuangan yang aman, mudah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
"Setiap orang berhak paham keuangan, termasuk teman-teman difabel. Untuk itu, mari kita belajar bersama dalam suasana yang aman dan inklusif tanpa takut salah. Mari memahami keuangan dengan cara yang mudah dan jujur bersama Kredit Pintar," ujar Puji Sukaryadi, Head of Brand & Communications Kredit Pintar, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Adapun kegiatan yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026), di Ibis Style Jatibening, Bekasi ini, dihadiri oleh H. Norman Yulian, sebagai Ketua Umum PPDI dan diikuti oleh teman-teman difabel yang tergabung dalam PPDI, organisasi payung bagi organisasi sosial penyandang disabilitas, organisasi sosial disabilitas, serta organisasi kemasyarakatan penyandang disabilitas di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai; bagaimana cara mengelola uang, kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, mengenal layanan pinjaman melalui aplikasi digital yang resmi dan memiliki regulasi yang jelas untuk keamanan pengguna, risiko jika tidak bijak dalam meminjam, hingga bagaimana agar tetap waspada terhadap modus-modus penipuan.
"Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman. Pemahaman keuangan yang baik akan membantu kami mengambil keputusan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kami mengapresiasi inisiatif Kredit Pintar yang menghadirkan ruang belajar yang inklusif, ramah, dan tanpa stigma. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam upaya mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia,” ungkap Norman.
Berkaitan dengan Kelas Pintar Bersama, sejak tahun 2022 hingga Januari 2026, telah menjangkau lebih dari 3200 anggota masyarakat di 43 kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali dan Kalimantan.
“Jumlah ini akan terus bertambah seiring komitmen Kredit Pintar dalam menyediakan edukasi yang merata, memperluas inklusi keuangan, serta membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan finansial yang cerdas, aman, dan berkelanjutan di era digital, termasuk dalam hal ini menjangkau masyarakat difabel,” tutur Puji.
Sementara itu, untuk penyaluran pinjaman, sepanjang tahun 2025 lalu Kredit Pintar telah membukukan penyaluran pinjaman hingga lebih dari Rp 9,5 triliun. Sejak berdiri pada tahun 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan oleh Kredit Pintar hingga saat ini yaitu mencapai angka lebih dari Rp 60,5 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: