Amerika Serikat Desak Korea Selatan Amankan Selat Hormuz: Demi Stabilitas Ekonomi Global
Kredit Foto: Reuters/US Army/Ken Scar
Amerika Serikat (AS) mendesak adanya pengiriman kapal perang dari Korea Selatan. Hal tersebut guna mengamankan jalur pelayaran kapal tanker minyak di Selat Hormuz, Iran.
Dikutip dari Reutersi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga keamanan pelayaran ddi Strait of Hormuz. Ia menyatakan kerja sama antarnegara untuk menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut kini menjadi semakin penting guna menjaga stabilitas ekonomi global serta harga minyak dunia.
Baca Juga: Amerika Serikat Minta Global Beri Label Teroris ke Hizbullah dan Iran IRGC
Adapun Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun mengatakan akan mempertimbangkan dengan hati-hati permintaan pengiriman kapal perang dari Amerika Serikat. Cho menegaskan pentingnya kebebasan navigasi bagi keamanan energi dan perekonomian maupun negara-negara lain di dunia.
Korea Selatan sendiri juga mengusulkan adanya pintu diplomasi yang dibukan oleh Iran dan Amerika Serikat. Hal tersebut demi meredakan ketegangan global hingga membuka kembali secara penuh jalur pelayaran dari Selat Hormuz.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta sekutunya mengirimkan kapal perang mereka untuk mengamankan Selat Hormuz. Namun permintaan tersebut ditolak oleh berbagai negara seperti Jepang dan Australia.
Juru Bicara Pemerintah Jerman, Stefan Kornelius menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki konflik serius dengan Iran. Pihaknya juga tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam konflik dari negara tersebut dengan Amerika Serikat.
Sementara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas mengatakan pihaknya telah memang membahas kemungkinan memperkuat operasi angkatan laut dalam kawasan terkait, tetapi belum ada kesepakatan untuk mengubah mandat misi yang ada dalam Naval Force Aspides.
Baca Juga: Gegara Perang Amerika Serikat-Iran, Trump Pilih Tunda Kunjungan ke China
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global karena sekitar dua puluh persen pasokan minyak dunia biasanya melewati perairan ini. Namun Amerika Serikat dan Israel memati ketegangan dengan melancarkan serangan terhadap Iran. Hal tersebut membuat jalur itu sebagian besar tertutup bagi lalu lintas kapal tanker dunia, memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan potensi lonjakan harga minyak.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: