Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Serikat Minta Global Beri Label Teroris ke Hizbullah dan Iran IRGC

Amerika Serikat Minta Global Beri Label Teroris ke Hizbullah dan Iran IRGC Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) meminta para diplomatnya dalam berbagai negara untuk mendesak sekutu agar memberikan label teroris ke Iran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan Hezbollah.

Dikutip dari Reuters, U.S. State Department mengirimkan kabel diplomtik kepada diplomatnya untuk  menyampaikan pesan tersebut kepada pemerintah mitra pada tingkat tertinggi yang sesuai paling lambat 20 Maret.

Baca Juga: Gegara Perang Amerika Serikat-Iran, Trump Pilih Tunda Kunjungan ke China

Dalam instruksi tersebut, upaya diplomatik juga diminta untuk dikoordinasikan dengan pihak Israel. Kabel diplomatik tersebut menyebut adanya peningkatan risiko serangan dari Iran.

“Dengan meningkatnya risiko serangan dari mereka dan mitra serta proksinya, semua pemerintah harus segera bertindak untuk mengurangi kemampuan mereka dan kelompok teroris yang bersekutu dengannya dalam menyerang negara dan warga kami,” kata U.S. State Department.

Dokumen itu tidak merinci ancaman yang dimaksud, tetapi menyinggung sejumlah serangan yang sebelumnya dilakukan Iran terhadap negara-negara tetangganya di Timur Tengah.

Amerika Serikat juga menilai bahwa tekanan internasional secara bersama-sama akan lebih efektif dibandingkan tindakan sepihak. Washington menilai penetapan kedua lembaga sebagai organisasi teroris oleh lebih banyak negara dapat meningkatkan tekanan terhadap Iran.

IRGC sendiri merupakan pasukan elit yang memiliki peran penting dalam menjaga sistem pemerintahan dari Republik Islam Iran. Ia memiliki pengaruh besar dalam sektor ekonomi negara tersebut.

Langkah diplomatik ini merupakan bagian dari upaya penekanan terhadap Teheran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diketahui tengah berupaya untuk menggalang dukungan internasional terhadap operasi militernya di Timur Tengah.

Namun Amerika Serikat tak mendapatkan apa yang diharapkannya. Upaya tersebut menghadapi tantangan karena sejumlah sekutunya sebelumnya mengaku tidak dilibatkan dalam keputusan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Baca Juga: Trump Kecewa, Sekutu Amerika Serikat Tak Mau Bantu Soal Konflik Iran di Selat Hormuz

Beberapa negara mitra juga telah menolak permintaan mereka untuk mengirim kapal perang guna membantu membuka kembali jalur pelayaran di Strait of Hormuz. Jalur pelayanan tersebut saat ini terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar