Kredit Foto: Kemenperin
Dari sisi pelaku usaha, survei IKI menunjukkan kegiatan usaha secara umum masih tergolong baik. Sebanyak 78,5 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil, meningkat dibandingkan Desember 2025. Tingkat optimisme pelaku industri juga mengalami perbaikan menjadi 72,5 persen, sementara tingkat pesimisme menurun menjadi 4,5 persen.
IKI yang berorientasi pasar ekspor pada Januari 2026 tercatat sebesar 54,62, meningkat 2,26 poin dibandingkan bulan Desember 2025. Sementara itu, IKI yang berorientasi pasar domestik juga mengalami peningkatan dan tetap berada di zona ekspansi. Kondisi ini mencerminkan permintaan dalam negeri masih menjadi penopang utama kinerja industri, di tengah tantangan pasar global yang belum sepenuhnya pulih.
Febri menekankan, penguatan IKI juga didukung oleh meningkatnya realisasi investasi industri pengolahan. Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi industri pengolahan mencapai Rp218,2 triliun atau menyumbang 43,9 persen terhadap total investasi nasional. Kenaikan impor barang modal yang mencapai 17,27 persen secara tahunan pada November 2025 mengindikasikan adanya ekspansi kapasitas dan peremajaan mesin di sektor industri.
Kementerian Perindustrian akan terus memperkuat kebijakan strategis untuk menjaga momentum ekspansi industri, termasuk melalui penguatan pasar domestik, peningkatan daya saing industri berorientasi ekspor, pendalaman struktur industri, serta percepatan transformasi industri hijau dan digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: