Respon Pemerintah Usai Moody's Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara terkait hasil afirmasi lembaga pemeringkat kredit Moody’s Investors Service (Moody’s) yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2 (satu tingkat di atas batas investment grade).
Hasil afirmasi tersebut merupakan tahapan akhir dari proses asesmen Moody’s setelah rangkaian kunjungan pada 27–29 Januari 2026 di Jakarta.
Moody’s memahami bahwa Pemerintah Indonesia tengah berupaya melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi.
“Hal ini penting sebagai prasyarat untuk menjadi negara maju. Upaya mencapai pertumbuhan tinggi tersebut kini menemukan momentum, dan pemerintah fokus melakukan perubahan-perubahan fundamental dalam pengelolaan perekonomian,” tulis keterangan Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: Moody’s Ubah Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif
Dalam laporannya, Moody’s telah melakukan diskusi dengan sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan otoritas, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian BUMN, Otoritas Jasa Keuangan, Danantara, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Moody’s menekankan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap menjadi pilar utama profil kredit negara. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil diperkirakan stabil dalam jangka menengah, ditopang oleh kekayaan sumber daya alam serta struktur demografi yang mendukung.
Sementara itu, beban utang pemerintah dinilai tetap terkendali, didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang prudent. Inflasi yang terjaga dalam sasaran turut memperkuat stabilitas domestik. Kapabilitas institusional dalam mengelola tekanan eksternal, termasuk stabilisasi nilai tukar, juga diakui sebagai salah satu kekuatan utama Indonesia.
Selanjutnya, dalam pengelolaan kebijakan fiskal sebagai instrumen pembangunan dan pengelolaan ekonomi untuk akselerasi pertumbuhan, pemerintah memperoleh tambahan dorongan dengan hadirnya Danantara sebagai engine of growth baru.
“Danantara berperan dalam pengelolaan aset dan investasi yang penting untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tambah keterangan Kemenkeu.
Dalam konteks investasi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin berperan sebagai katalis yang menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat. APBN dioptimalkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui belanja yang menyasar langsung kepada rakyat, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, peningkatan kualitas layanan kesehatan, ketahanan pangan, Program Perumahan Rakyat, serta penguatan layanan publik.
Moody’s juga menekankan pentingnya menjaga prediktabilitas pengambilan kebijakan, kualitas komunikasi publik, serta koordinasi antarkementerian/lembaga di tengah perubahan kebijakan dan tata kelola perekonomian yang sedang berlangsung.
Selain itu, Moody’s menyoroti urgensi penguatan basis penerimaan negara guna mendukung belanja prioritas dan menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pemerintah mengapresiasi asesmen Moody’s yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, meskipun disertai penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi ekonomi dan mengaktifkan seluruh mesin pertumbuhan. Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha juga terus dilakukan.
Baca Juga: Meski Outlook Negatif, Moody’s Pertahankan Rating Indonesia di Level Investment Grade
Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas harga, nilai tukar, serta stabilitas pasar keuangan. Sinergi kebijakan fiskal dan peran Danantara akan terus dioptimalkan.
Dengan komitmen dan konsistensi kebijakan, pemerintah optimistis mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indikasi perbaikan ekonomi telah terlihat sejak Semester II 2025, tercermin dari berbagai indikator yang menunjukkan tren positif.
Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 yang mencapai 5,39 persen, melampaui ekspektasi pasar.
“Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dengan pengelolaan ekonomi yang semakin solid, ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga serta investasi di berbagai sektor sebagai indikator menguatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia,” tutup keterangan Kemenkeu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: