Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Respons Tragedi Bocah SD di NTT, PMI Distribusikan 50 Ribu Buku Tulis dan 25 Ribu Pulpen

Respons Tragedi Bocah SD di NTT, PMI Distribusikan 50 Ribu Buku Tulis dan 25 Ribu Pulpen Kredit Foto: PMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan bantuan pendidikan darurat berupa 50.000 buku tulis dan 25.000 pulpen untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian PMI terhadap kebutuhan dasar siswa, sekaligus merespons keprihatinan atas kasus tragis yang menimpa seorang anak yang meninggal dunia terkait ketiadaan alat tulis.

Pengadaan bantuan dilakukan secara lokal untuk mempercepat proses. Seluruh bantuan tersebut dibeli langsung di Kupang sebagai upaya untuk percepatan bantuan kepada murid-murid. Saat ini, bantuan telah tiba di Markas PMI Provinsi NTT, untuk selanjutnya direncanakan didistribusikan ke sejumlah sekolah yang membutuhkan di berbagai wilayah.

Dalam pernyataannya, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan komitmen organisasi terhadap hak pendidikan setiap anak. 

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hal sederhana seperti buku dan pulpen sangat berarti bagi masa depan anak-anak. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, sekaligus mendorong kepedulian bersama agar tidak ada lagi anak yang merasa tertinggal atau tertekan karena keterbatasan,” ujar Jusuf Kalla.

Ia menambahkan, bantuan ini bukan hanya bentuk respons kemanusiaan, tetapi juga bagian dari komitmen PMI dalam mendukung keberlangsungan pendidikan dan kesehatan mental anak.

Baca Juga: Pos Indonesia Buka Layanan Kargo Internasional, Permudah Kiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI), Haji, dan Umrah

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, PMI Provinsi NTT bersama PMI kabupaten/kota akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah. Koordinasi ini bertujuan agar pendistribusian berjalan efektif dan menjangkau siswa yang paling membutuhkan di berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Bantuan alat tulis ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung dan mengurangi tekanan akibat ketidakmampuan memiliki perlengkapan sekolah dasar. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: